SUKABUMI – Ketua Umum Paguyuban Jampang Tandang Makalangan, H. Hendra Permana, S.Sos., M.M., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga, merawat, dan melestarikan seni pewayangan sebagai salah satu warisan budaya luhur bangsa Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Wayang Nasional yang jatuh pada 7 November 2026. Menurutnya, wayang bukan sekadar seni pertunjukan atau hiburan tradisional, melainkan juga mengandung nilai-nilai kehidupan, filosofi, kearifan lokal, serta pesan moral yang relevan sepanjang zaman.
H. Hendra Permana menuturkan, setiap tokoh dan kisah dalam pewayangan memiliki makna mendalam yang dapat menjadi tuntunan dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, keberadaan seni pedalangan perlu terus dipertahankan agar tidak tergerus perkembangan zaman.
“Wayang bukan sekadar pertunjukan, tetapi merupakan cermin kehidupan, tuntunan nilai, sekaligus warisan luhur peradaban bangsa. Di dalamnya terdapat banyak pelajaran tentang kebaikan, kebijaksanaan, keberanian, dan nilai-nilai kehidupan yang harus diwariskan kepada generasi penerus,” ungkapnya.
Ia juga berharap, peringatan Hari Wayang Nasional dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya Nusantara, sekaligus mendorong generasi muda agar lebih mengenal dan bangga terhadap kekayaan tradisi bangsa sendiri.
Sebagai bagian dari upaya ngamumule budaya Sunda dan Nusantara, Paguyuban Jampang Tandang Makalangan bersama Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Korwil VI Jampang turut mengajak masyarakat untuk memberikan ruang dan dukungan bagi tumbuh kembangnya seni pedalangan.
Peringatan Hari Wayang Nasional pada 7 November 2026 yang dipusatkan di Lapang Lodaya Setra, Surade, diharapkan menjadi salah satu momentum mempererat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya, khususnya seni pewayangan di wilayah Jampang dan sekitarnya.
Mengusung semangat “Ngamumule Wayang, Ngajaga Budaya, Ngawariskeun Ajén Luhur Bangsa”, H. Hendra Permana berharap wayang tetap lestari dan menjadi bagian penting dari identitas budaya bangsa.
“Wayang harus tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi penerus. Sebab, ketika kita menjaga budaya, sesungguhnya kita sedang menjaga jati diri bangsa,” pungkasnya.