LINGKARPENA.ID | Pagi di Kampung Pasirsalam, Desa Nangela, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (10/10/2026), mendadak berubah menjadi suasana duka. Seorang perempuan berinisial WNK (29) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya sekitar pukul 06.00 WIB.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga, Muhidin, yang merasa curiga melihat rumah korban masih terkunci, sementara lampu bagian luar rumah masih menyala pada pagi hari.
Karena khawatir terjadi sesuatu, Muhidin meminta cucunya, Akil, untuk memeriksa kondisi rumah tersebut melalui jendela samping.
Namun, langkah Akil ke dalam rumah justru berujung pada pemandangan yang mengejutkan. Ia mendapati Winda sudah dalam kondisi tergantung di area pintu menuju dapur. Ketakutan, Akil kemudian berlari keluar melalui pintu depan dan memberitahukan kejadian itu kepada Muhidin.
Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada pihak kepolisian. Personel Polsek Tegalbuleud bersama unsur terkait mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan pihak keluarga serta tenaga medis.
Kapolsek Tegalbuleud, AKP Iqsan, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, setelah menerima laporan, petugas segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan awal dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
“Begitu menerima informasi, anggota kami langsung mendatangi lokasi, melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas, pemerintah desa, unsur Forkopimcam, serta keluarga korban untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Iqsan dalam keterangannya.
Sekitar pukul 07.40 WIB, korban kemudian diturunkan dengan bantuan petugas medis Puskesmas Tegalbuleud, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan kepala desa setempat untuk proses penanganan jenazah.
Berdasarkan keterangan sementara Kepala Puskesmas Tegalbuleud, Gugum Ahmad Suandana, pihak Puskesmas telah melakukan penanganan, termasuk memandikan jenasah oleh bidan desa.
Lanjut kata Gugum, pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi. Penolakan tersebut kemudian dituangkan dalam berita acara oleh pihak kepolisian.
Hidup dalam Kesendirian
Di balik peristiwa yang menyisakan duka tersebut, Winda diketahui tinggal seorang diri di rumahnya. Suaminya bekerja di Jakarta, sedangkan anaknya sedang bermalam di rumah mertuanya.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa persoalan ekonomi dan tekanan hidup dapat menjadi beban berat bagi sebagian orang. Karena itu, perhatian dari keluarga, lingkungan sekitar, dan dukungan sosial menjadi hal penting, terutama ketika seseorang sedang menghadapi kesulitan.
Meski demikian, penyebab pasti kematian korban tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan keterangan warga maupun dugaan mengenai kondisi kehidupannya.
Kapolsek Tegalbuleud AKP Iqsan menyampaikan bahwa jajarannya telah melakukan langkah-langkah penanganan, mulai dari mendatangi lokasi, meminta keterangan saksi, berkoordinasi dengan unsur terkait, hingga membantu proses penanganan jenazah bersama keluarga.
Peristiwa tersebut kini menyisakan duka bagi keluarga dan warga sekitar. Di tengah kehilangan itu, masyarakat diharapkan tetap menghormati privasi keluarga korban serta tidak menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi mengenai latar belakang kejadian.
Catatan redaksi : Apabila ada seseorang di sekitar kita yang terlihat mengalami tekanan berat, mengalami perubahan perilaku, atau membutuhkan bantuan, dekati dengan empati dan bantu menghubungkannya dengan keluarga, tenaga kesehatan, atau layanan pendampingan yang sesuai.






