LINGKARPENA.ID | Warga Kampung Tanjakan Lio, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang perempuan di aliran Sungai Cibatu, Sabtu (8/8/2026).
Jasad tersebut ditemukan dalam kondisi mengambang di sungai. Perempuan yang diperkirakan berusia sekitar 40 tahun itu hingga kini belum diketahui identitasnya.
Informasi mengenai penemuan mayat tersebut kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Cikembar yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi sekaligus pemeriksaan awal di tempat kejadian.
Kapolsek Cikembar IPTU Yadi Suryadi membenarkan adanya penemuan jasad perempuan tanpa identitas tersebut. Menurutnya, setelah menerima laporan, anggota segera menuju lokasi dan mengevakuasi jasad dari area sekitar sungai.
“Laporannya ke kami dan langsung kami bergerak ke sana. Langsung kami ambil dari bawah, dari kebun,” kata Yadi saat kepada wartawan, Sabtu (8/8/2026).
Dari pemeriksaan awal, petugas belum menemukan informasi yang dapat mengungkap identitas perempuan tersebut. Warga di sekitar lokasi juga mengaku tidak mengenali korban.
Yadi mengatakan, kondisi pakaian korban yang ditemukan dalam keadaan kusut dan lusuh menjadi salah satu ciri yang diperhatikan petugas. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lapangan, korban diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Awal mulanya kami mendapat informasi dari warga Parakanlima terkait temuan mayat. Kami datang ke lokasi. Untuk sementara, informasi awalnya tidak ada yang mengenali dan diduga ODGJ. Ciri-cirinya terlihat dari kondisi pakaian yang sudah kusut,” jelasnya.
Setelah proses evakuasi dan pemeriksaan awal di lokasi, jasad perempuan tersebut kemudian dibawa ke RSUD Sekarwangi untuk menjalani pemeriksaan medis serta visum.
“Untuk sementara kami amankan dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum di Rumah Sakit Sekarwangi,” ujar Yadi.
Kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan dokter untuk mengetahui kondisi tubuh korban secara lebih detail, termasuk memastikan ada atau tidaknya luka maupun tanda-tanda kekerasan.
Selain itu, polisi juga masih berupaya mengungkap identitas korban dengan menghimpun informasi dari masyarakat dan melakukan penelusuran lebih lanjut.
Hingga berita ini ditulis, identitas perempuan tersebut maupun penyebab kematiannya belum dapat dipastikan. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis sebagai bagian dari proses penyelidikan.






