LINGKARPENA.ID | Dentuman tambur berpadu dengan ragam pertunjukan seni menandai dimulainya rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156. Perayaan tersebut diawali dengan pembukaan Palabuhanratu Festival (Plara Fest) di Pantai Bupalo, Palabuhanratu, Sabtu (8/8/2026).
Pembukaan festival berlangsung meriah. Sejumlah kesenian tradisional dan pertunjukan budaya ditampilkan untuk menghibur masyarakat dan wisatawan yang hadir. Tari Singa Perbangsa dari Sanggar Seni Palabuhanratu hingga atraksi barongsai turut menjadi bagian dari kemeriahan acara.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi sekaligus Ketua Pelaksana Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156, Ali Iskandar, mengatakan Plara Fest menjadi salah satu dari 14 agenda yang disiapkan pemerintah daerah dalam memeriahkan hari jadi tahun ini.
Menurutnya, festival tersebut tidak lahir begitu saja. Gagasan Plara Fest merupakan kelanjutan dari antusiasme masyarakat terhadap kegiatan seni yang sebelumnya digelar komunitas Palabuhanratu.
“Festival ini berangkat dari keberhasilan komunitas seni Palabuhanratu saat menggelar Hari Tari Dunia pada 29 April. Respons masyarakat sangat positif, sehingga momentum tersebut kami kembangkan menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi,” ujar Ali.
Ia menambahkan, Plara Fest juga dirancang tidak hanya sebagai ruang ekspresi bagi seniman dan pelaku budaya. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah promosi produk lokal dan penggerak ekonomi masyarakat.
Sedikitnya 25 pelaku usaha mikro, IKM dan UMKM dari Palabuhanratu dan sejumlah daerah sekitar turut ambil bagian. Bahkan, sejumlah pelaku usaha dari wilayah Banten ikut meramaikan festival tersebut.
“Harapannya, kegiatan ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Seni dan budaya tumbuh, sementara pelaku UMKM juga mendapatkan ruang untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produknya,” kata Ali.
Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menilai Palabuhanratu memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai salah satu pusat pariwisata Kabupaten Sukabumi.
Menurut Andreas, Palabuhanratu tidak hanya memiliki daya tarik wisata pantai, tetapi juga kekayaan budaya serta bentang alam yang menjadi bagian penting dari kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark.
“Palabuhanratu memiliki potensi yang luar biasa. Ini merupakan salah satu pintu gerbang pariwisata Kabupaten Sukabumi dengan kekuatan alam, budaya dan warisan geologi yang harus terus kita promosikan,” ungkapnya.
Ia berharap penyelenggaraan Plara Fest dapat memberikan efek berkelanjutan bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Festival, kata Andreas, harus menjadi momentum untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat lokal.
“Kita ingin kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi seremoni. Harus ada dampaknya, wisatawan semakin banyak datang, UMKM semakin berkembang, dan ekonomi kreatif masyarakat ikut bergerak,” tegasnya.
Pembukaan Plara Fest sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156. Pemerintah daerah berharap berbagai agenda yang telah disiapkan mampu menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, seniman, dan masyarakat dalam memperkuat sektor pariwisata serta ekonomi daerah.
Sumber : Diskominfo Kab. Sukabumi






