LINGKARPENA.ID | UPTD Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kecamatan Surade kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang inklusif melalui program jemput bola. Bersama Pemerintah Desa Cipeundeuy dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Buniwangi, petugas mendatangi rumah seorang warga dengan gangguan mental di Kampung Parung RT 19/06, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Kamis ( 6/8/2026 ).
Layanan tersebut dilakukan karena warga bernama Juanda tidak memungkinkan datang langsung ke kantor pelayanan untuk melakukan perekaman dan melengkapi administrasi kependudukan. Melalui jemput bola, seluruh proses pendataan dapat dilakukan di kediaman yang bersangkutan sehingga hak administrasi kependudukannya tetap terpenuhi.
Kepala UPTD Disdukcapil Kecamatan Surade, Iwan, mengatakan pelayanan jemput bola merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh masyarakat memperoleh hak yang sama atas dokumen kependudukan, termasuk warga dengan kondisi khusus.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Bagi warga yang karena kondisi kesehatan atau keterbatasan tertentu tidak dapat datang ke kantor, kami hadir langsung ke lokasi melalui layanan jemput bola. Tujuannya agar tidak ada satu pun warga yang kehilangan hak administrasi kependudukannya,” ujar Iwan.
Menurutnya, keberhasilan pelayanan seperti ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah desa hingga tenaga kesehatan yang turut mendampingi proses pendataan.
“Sinergi dengan pemerintah desa dan Puskesmas sangat penting karena pelayanan adminduk bukan hanya soal dokumen, tetapi juga memastikan negara hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’adi, mengapresiasi respons cepat UPTD Disdukcapil Surade yang bersedia turun langsung memberikan pelayanan kepada warganya.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada UPTD Disdukcapil Kecamatan Surade dan Puskesmas Buniwangi yang telah berkolaborasi melayani warga kami. Kegiatan jemput bola ini menjadi bukti bahwa pelayanan publik harus hadir tanpa membedakan kondisi masyarakat. Semua warga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan dokumen kependudukan,” ungkap Bakang.
Ia menegaskan Pemerintah Desa Cipeundeuy akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pelayanan kepada warga yang membutuhkan penanganan khusus dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Program jemput bola administrasi kependudukan tersebut menjadi wujud pelayanan yang humanis sekaligus memastikan masyarakat rentan tetap memperoleh hak-haknya sebagai warga negara. Melalui kolaborasi antara UPTD Disdukcapil Surade, Pemerintah Desa Cipeundeuy, dan Puskesmas Buniwangi, pelayanan publik diharapkan semakin mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. (adv).






