LINGKARPENA.ID | Ribuan peserta dari berbagai daerah dan sejumlah negara mengikuti pembukaan Camp Religi Mubarakah Pemuda Masjid Dunia (World Mosque Youth) ke-8 Tahun 2026 di Pusbangdai-Asrama Haji, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada 24-27 Juni 2026 tersebut menjadi ajang penguatan karakter, kepemimpinan, dan jejaring pemuda masjid tingkat internasional.
Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan umat dan bangsa. Karena itu, pemuda masjid harus mengambil peran aktif sebagai pelopor pembangunan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
“Masjid tidak boleh hanya menjadi tempat ibadah semata. Masjid harus menjadi episentrum peradaban, pusat pemberdayaan ekonomi umat, serta wadah pembinaan karakter generasi muda,” ujarnya.
Menurutnya, pemuda masjid perlu tampil sebagai penggerak berbagai kegiatan positif di tengah masyarakat. Selain memiliki kekuatan spiritual, generasi muda juga harus mampu menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, kewirausahaan, dan kepemimpinan agar mampu menjawab tantangan zaman.
“Pemuda masjid harus menjadi pelopor kebaikan, persatuan, inovasi, dan pembangunan masyarakat. Mereka harus kuat dalam ibadah sekaligus unggul dalam berbagai bidang kehidupan,” katanya.
Asep Japar menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas moral dan karakter masyarakatnya. Oleh sebab itu, pembangunan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai agama menjadi fondasi penting bagi kemajuan daerah.
“Saya yakin kehadiran pemuda masjid dunia di Kabupaten Sukabumi akan membawa energi positif bagi pembangunan daerah di masa mendatang,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak para peserta untuk terus memakmurkan masjid serta menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Ia berharap generasi muda mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Tunjukkan kepada dunia bahwa pemuda Islam adalah generasi yang moderat, toleran, cerdas, inovatif, dan membawa manfaat bagi sesama. Jadilah agen perubahan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), H. TB Ace Hasan Syadzily, mengingatkan pentingnya memanfaatkan forum internasional tersebut untuk memperluas jejaring dan memperkaya wawasan.
“Gunakan kesempatan ini untuk meningkatkan literasi global, memperkuat wawasan kebangsaan, membangun karakter kepemimpinan yang adaptif, serta memperluas jaringan pertemanan dan kolaborasi lintas negara,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya solidaritas di kalangan generasi muda agar mampu menjadi kekuatan utama dalam mendorong kemajuan bangsa dan dunia.
“Pemuda jangan hanya menjadi penonton. Pemuda harus menjadi kekuatan pokok yang memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan dunia,” tegasnya.
Selain rangkaian kegiatan pembinaan dan diskusi, acara pembukaan Camp Religi Mubarakah Pemuda Masjid Dunia ke-8 juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.






