LINGKARPENA.ID | Pendidikan Agama Islam, Tahfidz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim, Cibolang Girang, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, siap mencetak generasi Qu’rani masa depan dan menjadi solusi pilihan.
Ada sejumlah kelompok tahfidz dan ragam usia dari usia 4-18 tahun yang menuntut ilmu di Tahfidz Al-Quran Fathiyyah Zahra Abdul Karim ini. Contoh, seperti kelompok Maryam, Ar-Rahman, Al-Furqan dan kelompok lainnya.
Melalui kegiatan rutin ini kita belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an secara bersama-sama. Dan ini merupakan metode belajar di Tahfidz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim.
Diketahui dan terakui Tahfidz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim dengan NSP : 510032021051 Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 94 Tahun 2021, Program Ke-1 Tahfidz Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim ini dilaksanakan setiap hari Senin-Rabu pukul 15:30-17:30 Wib. Program Ke-2 setiap Sabtu-Minggu pukul 07.00-09.00 Wib, Program Ke-3 Calistung (Membaca, Menulis dan Menghitung) Setiap Jum’at pukul 13.00-15.00 Wib, dan Program ke-4 setiap Jum’at pukul 13.00-15.00 Wib yaitu belajar khusus Matematika.
Pimpinan Utama Tahfidz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim, KH. Iim Abdul Karim, S.H., S.Pd.I., M.M.Pd., M.Si., dengan Mudirah, Hj. Eneng Hamilah Sopriatul Badriah, S.H., S.Pd.I. menjelaskan, bahwa di Tahfidz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim kini memiliki Empat program setiap pekannya.
“Insya Allah dengan program-program yang ada dan para pengajar yang mumpuni kami bisa memberikan pendidikan yang terbaik buat putra-putri bangsa,” kata A H. Iim, Senin (6/7).
Tahfidz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim Cibolang Cisaat ini memiliki moto yaitu; “Mewujudkan Generasi Qur’ani Unggul Dalam Prestasi”.
Dijelaskan A Haji Iim sapaan akrabnya, belajar bersama adalah salah satu metode pembelajaran di mana kelompok siswa bekerja sama untuk mempelajari Al-Qur’an secara bersama-sama.
“Ya, metode ini dapat membantu siswa bertukar pengetahuan, pemahaman dan mendukung satu sama lainnya. Jadi dengan belajar Al-Qur’an secara bersama-sama,” jelasnya.
Selain itu kata A Haji Iim, belajar bersama juga melatih interaksi sosial siswa dengan sesama teman lainnya.
“Belajar bersama juga dapat mengembangkan keterampilan komunikasi anak/siswa, melatih cara memimpin yang baik dalam diskusi dan meningkatkan intelektual anak,” pungkasnya.(*)






