LINGKARPENA.ID | Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Pol Drs. R.Z. Panca Putra, M.Si., resmi membuka Pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-55 Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Ronodipuro Setukpa Lemdiklat Polri, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Kamis (25/6/2026).
Pembukaan pendidikan tersebut menandai dimulainya proses pembentukan 1.161 personel Polri yang akan dipersiapkan menjadi perwira pertama. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.088 peserta merupakan polisi laki-laki dan 73 lainnya polisi wanita yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam amanatnya, Kalemdiklat Polri menegaskan bahwa pendidikan SIP menjadi bagian penting dalam strategi penguatan sumber daya manusia Polri yang profesional, modern, dan berintegritas. Menurutnya, tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks menuntut hadirnya pemimpin-pemimpin lapangan yang mampu menjawab harapan masyarakat.
“Pendidikan ini merupakan investasi strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia Polri yang unggul. Kita membutuhkan perwira yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Komjen Pol Panca Putra.
Ia menekankan bahwa lulusan SIP tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis kepolisian, tetapi juga harus mampu menjadi teladan di lingkungan kerja, menjaga marwah institusi, serta mengedepankan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Yang ingin kita lahirkan bukan sekadar perwira berpangkat, tetapi pemimpin lini depan yang berkarakter, mampu memimpin dengan keteladanan, dan menjunjung tinggi integritas,” tegasnya.
Selama masa pendidikan, para peserta akan mendapatkan pembekalan kompetensi kepemimpinan, manajerial, hingga kemampuan komunikasi yang humanis guna mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang semakin berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Kalemdiklat Polri juga memberikan penekanan khusus kepada jajaran Setukpa Lemdiklat Polri agar seluruh proses pendidikan berjalan sesuai prinsip profesionalisme dan akuntabilitas.
“Laksanakan pendidikan ini secara bersih, transparan, dan akuntabel. Tanamkan nilai-nilai integritas kepada seluruh peserta didik sehingga mereka mampu menjadi perwira yang dipercaya masyarakat,” katanya.
Sementara itu, semangat mengikuti pendidikan turut dirasakan para peserta didik. Salah satunya Bripka I Dewa Ayu Okarestu Cahyani dari Polda Bali yang berhasil lolos sebagai peserta terbaik dari daerah pengirimannya setelah melalui proses seleksi yang tidak mudah.
Ia mengaku bangga dapat mengikuti pendidikan di Setukpa Polri dan bertekad memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kapasitas diri sebagai calon perwira.
“Kami siap mengikuti seluruh proses pendidikan dengan sungguh-sungguh agar nantinya mampu menjadi perwira yang profesional dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.
Pendidikan SIP Angkatan ke-55 diharapkan mampu melahirkan perwira-perwira Polri yang adaptif, berintegritas, serta memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat dalam mendukung terwujudnya transformasi Polri Presisi di masa mendatang.






