LINGKARPENA.ID | Di tengah tantangan sosial, ekonomi, dan perkembangan teknologi yang semakin kompleks, organisasi kepemudaan dituntut tidak lagi sekadar menjadi pelaksana kegiatan seremonial. Organisasi harus mampu menjadi laboratorium kepemimpinan, pusat produksi gagasan, sekaligus ruang kaderisasi yang melahirkan generasi muda berintegritas, berdaya saing, dan memiliki kapasitas intelektual. Berangkat dari pemikiran tersebut, Doni Damara, S.IP menyatakan kesiapannya maju sebagai bakal calon Ketua Pengurus Kecamatan (PK) KNPI Bantar Gadung. Rabu (08/07/2026)
Langkah Doni bukan sekadar kontestasi kepemimpinan organisasi, melainkan menawarkan sebuah paradigma baru mengenai bagaimana KNPI seharusnya dijalankan. Menurutnya, organisasi kepemudaan tidak boleh terjebak dalam rutinitas administratif maupun kegiatan yang bersifat simbolik tanpa menghasilkan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Di era disrupsi, keberadaan organisasi pemuda harus mampu membaca perubahan sosial secara ilmiah. Pemuda dituntut menjadi aktor pembangunan, bukan sekadar objek pembangunan. Karena itu, KNPI harus mengambil posisi strategis sebagai pusat pengembangan kapasitas, inkubator kepemimpinan, dan ruang lahirnya inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat.
Doni mengusung visi “Pemuda Hebat, Cerdas, Mandiri, dan Mengabdi”. Visi tersebut tidak berhenti pada slogan, tetapi diterjemahkan ke dalam agenda transformasi organisasi yang menitikberatkan pada penguatan kualitas kader, pembangunan budaya diskusi ilmiah, peningkatan literasi digital, pengembangan keterampilan, serta kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, organisasi yang besar tidak dibangun oleh banyaknya baliho, spanduk, atau seremoni, melainkan oleh kuatnya tradisi berpikir, budaya berdialog, dan keberanian melahirkan solusi terhadap persoalan masyarakat.
“Saya ingin mengubah cara pandang terhadap KNPI. Organisasi ini tidak boleh hanya dikenal karena banyak kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi pusat lahirnya gagasan, inovasi, dan kepemimpinan muda. Pemuda harus hadir sebagai problem solver, bukan sekadar menjadi peserta kegiatan. KNPI harus menjadi rumah intelektual yang melahirkan pemimpin masa depan,” tegas Doni Damara.
Ia menilai bahwa tantangan terbesar organisasi kepemudaan saat ini bukan minimnya jumlah anggota, melainkan rendahnya produktivitas intelektual dan lemahnya konsolidasi gagasan. Akibatnya, organisasi sering kehilangan relevansi di tengah masyarakat.
Karena itu, apabila memperoleh amanah memimpin PK KNPI Bantar Gadung, ia berkomitmen membangun budaya organisasi yang berbasis kajian, riset sederhana, pelatihan kepemimpinan, penguatan kewirausahaan, literasi digital, hingga forum-forum diskusi yang mampu memperkaya kapasitas kader.
“Saya percaya kualitas organisasi tidak ditentukan oleh seberapa sering kita berkumpul, tetapi oleh seberapa besar gagasan yang kita hasilkan dan manfaat yang kita berikan kepada masyarakat. Pemuda harus memiliki keberanian berpikir kritis, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, serta komitmen untuk terus belajar sepanjang hayat. Inilah fondasi organisasi modern yang ingin saya bangun di KNPI Bantar Gadung,” ujarnya.
Doni juga menegaskan bahwa kepemimpinan organisasi harus meninggalkan pola eksklusif dan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Baginya, KNPI harus menjadi rumah bersama bagi seluruh elemen kepemudaan tanpa sekat kepentingan kelompok.
“Saya tidak ingin membangun organisasi yang sibuk dengan konflik internal. Energi pemuda jauh lebih berharga jika diarahkan untuk membangun desa, meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan ekonomi kreatif, memperkuat literasi, dan menciptakan inovasi sosial. KNPI harus menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus mitra kritis yang mampu memberikan solusi berbasis data dan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Di tengah semakin tingginya tuntutan terhadap kualitas kepemimpinan generasi muda, munculnya figur-figur yang membawa politik gagasan menjadi penting. Kontestasi organisasi kepemudaan semestinya tidak berhenti pada perebutan jabatan, melainkan menjadi ruang adu konsep, kapasitas, integritas, dan visi pembangunan.
Dengan semangat “Cerdas dan Kreatif”, Doni berharap KNPI Bantar Gadung dapat bertransformasi menjadi organisasi yang adaptif terhadap perubahan zaman, kuat secara intelektual, serta mampu melahirkan kader-kader pemuda yang memiliki kompetensi, integritas, dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat luas.
“Organisasi akan kehilangan makna apabila berhenti belajar. Sebaliknya, organisasi akan menjadi besar ketika setiap kader menjadikan ilmu pengetahuan, integritas, dan pengabdian sebagai identitas perjuangannya. Saya mengajak seluruh pemuda Bantar Gadung menjadikan KNPI sebagai ruang bersama untuk tumbuh, berpikir, berkarya, dan memberikan manfaat nyata bagi daerah,” pungkas Doni Damara.






