Porsadin VIII Kabupaten Sukabumi Cetak Juara, Ratusan Santri Unjuk Prestasi di 14 Cabang Lomba, Ini Daftar Juaranya

LINGKARPENA.ID | Semangat kompetisi sekaligus syiar Islam mewarnai gelaran Pekan Olahraga dan Seni Antar Santri Madrasah Diniyah (Porsadin) VIII tingkat Kabupaten Sukabumi yang digelar di Kecamatan Jampangkulon. Setelah resmi dibuka Bupati Sukabumi H. Asep Japar pada Kamis (23/7/2026), ajang yang diikuti 890 santri dari berbagai kecamatan itu sukses melahirkan para juara di 14 cabang perlombaan.

 

 

Bupati H. Asep Japar menegaskan bahwa Porsadin memiliki makna lebih dari sekadar mencari juara. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun generasi santri yang unggul dan berkarakter.

 

“Porsadin merupakan momentum penting dalam syiar Islam. Melalui kegiatan ini kita membina generasi yang religius, berakhlak mulia, sekaligus sehat jasmani dan rohani,” ujar Asep Japar.

 

Porsadin menjadi ruang bagi santri untuk menunjukkan kemampuan terbaik, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga seni dan olahraga. Beragam perlombaan digelar, mulai dari Tahfidz Juz Amma, Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK), Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Cerdas Cermat Diniyah, pidato tiga bahasa, murotal, kaligrafi, puisi Islami, adzan, sholawat, lari sprint 100 meter, bulu tangkis, hingga tenis meja.

Baca juga:  Pemkab Sukabumi Gelar Hari AIDS Sedunia, Ini Pesan Bupati Marwan

 

Pada cabang Tahfidz Juz Amma, gelar juara putra diraih Daffa Asyraf Ramadhan dari Kecamatan Cicantayan dengan nilai 97,5. Sementara kategori putri dimenangkan Aysha Inara Putri Sulaeman dari Kebonpedes.

 

Di cabang MQK Safinatunnajah, Hasby Abidzar dari Tegalbuleud tampil sebagai juara putra, sedangkan Nabila Septiani Putri dari Cicantayan menjadi yang terbaik di kategori putri.

 

Persaingan sengit juga terlihat pada Cerdas Cermat Diniyah (CCD). Tim dari Parungkuda berhasil keluar sebagai juara pertama setelah mengumpulkan nilai tertinggi 620, mengungguli peserta dari berbagai kecamatan lainnya.

 

Pada nomor Pidato Bahasa Indonesia, Moch. Nazhim Izzul Haq Alfiansyah dari Kadudampit dan Alkiya Sheyra Eldiana dari Cicurug berhasil merebut posisi puncak di kategori putra dan putri. Sementara pada Pidato Bahasa Arab, gelar juara diraih Muhamad Alzam Arafat dari Jampangkulon serta Siti Marwah dari Nagrak.

Baca juga:  UMMI Gagas "REKABUMI" di Desa Sindangraja Dari Pupuk Organik hingga Eco-School Mahasiswa KKN OVOD Kelompok 05

 

Cabang MTQ dimenangkan Mufid Abdillah dari Surade untuk kategori putra dan Maira Naimatuzzahra dari Caringin pada kategori putri. Sementara di nomor Murotal Wal Imla’, Muhammad Fairuz Habibi dan Sheila Ardina Putri, keduanya dari Cicantayan, berhasil menjadi yang terbaik.

 

Pada cabang seni Kaligrafi, juara putra diraih Muhammad Al-Fatih dari Gunungguruh, sedangkan kategori putri dimenangkan Hafiza Agnia dari Gunungguruh. Adapun cabang Puisi Islami dimenangkan Muhammad Assegaf Al-Ayubi dari Cikembar dan Salika Zahratul Atzmar dari Cicurug.

 

Sementara pada cabang olahraga, Marwan Aditya dari Cicurug menjadi juara Lari Sprint 100 Meter putra, sedangkan kategori putri dimenangkan Naila Muazara Ulfa dari Sukalarang.

 

Di nomor Bulu Tangkis Tunggal, gelar juara diraih Abiyyu Dary Firmansyah dari Cisaat dan Raisya A dari Gunungguruh. Sedangkan pada Tenis Meja Tunggal, Nathan Maulana dari Nagrak serta Alifah Faujiah dari Jampangkulon berhasil menjadi yang terbaik.

Baca juga:  Pemkab Sukabumi Finalisasi Muhibah Ramadhan 1447 H, Fokus Serap Aspirasi dan Tinjau Kondisi Lapangan

 

Cabang Sholawat melahirkan juara M. Zhafran Desnika Fannan dari Kalapanunggal untuk kategori putra dan Amirah Nurul Azizah dari Lengkong pada kategori putri. Sementara cabang Adzan dimenangkan M. Alvin Fauzil Adzim dari Parungkuda.

 

Porsadin VIII tidak hanya menjadi ajang mencari prestasi, tetapi juga wadah mempererat ukhuwah Islamiyah antar-santri Madrasah Diniyah di Kabupaten Sukabumi. Para juara yang berhasil meraih prestasi terbaik diharapkan dapat menjadi duta Kabupaten Sukabumi pada Porsadin tingkat Provinsi Jawa Barat, sekaligus terus mengembangkan potensi, akhlak, dan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman.

 

Ajang yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi bukti bahwa Madrasah Diniyah memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang unggul, religius, berprestasi, dan mampu berkompetisi secara sehat di berbagai bidang.

Pos terkait