Kristiawan Saputra Kembali “Turun Gunung” Perjuangkan Jenazah WNI Asal Sukabumi dari Arab Saudi

Kang Kristiawan kembali turun gunung dan siap bergerak bersama FGSB bantu pemulangan jenazah WNI Kota Sukabumi.[Foto: Istimewa]

LINGKARPENA.ID | Tiga pekan telah berlalu sejak Evi Mentari, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kota Sukabumi, mengembuskan napas terakhir di Jeddah, Arab Saudi. Namun hingga kini, jenazahnya masih berada di rumah sakit setempat, sementara di tanah air, tiga anaknya terus menanti kepulangan sang ibu yang tak kunjung tiba.

 

Di balik penantian panjang itu, secercah harapan kembali muncul. Pegiat sosial senior, Kristiawan Saputra, memutuskan kembali “turun gunung” untuk mengawal proses pemulangan jenazah almarhumah. Bersama Forum Gerakan Sosial dan Budaya (FGSB) Kota Sukabumi, ia mendatangi Kantor Pemerintah Kota Sukabumi guna mencari jalan keluar atas persoalan yang hingga kini belum menemukan titik terang.

 

Pada Senin (27/7) siang Rombongan FGSB diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi. Dalam pertemuan tersebut, berbagai langkah dan kemungkinan solusi dibahas secara terbuka. Diskusi berlangsung hangat dengan semangat membangun sinergi antara pemerintah daerah dan pihak keluarga agar proses administrasi maupun koordinasi lintas instansi dapat segera dipercepat.

Baca juga:  FGSB Dorong Kepulangan Jenazah WNI Evi Mentari, Datangi Pemkot Sukabumi

 

Bagi Kristiawan, perjuangan kemanusiaan semacam ini bukanlah pengalaman pertama. Selama bertahun-tahun, ia dikenal aktif mendampingi berbagai kasus yang melibatkan WNI di luar negeri. Mulai dari memfasilitasi pemulangan warga yang terlantar hingga mengawal kepulangan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

 

Kini, ia kembali mengabdikan diri tenaga dan jejaring yang dimilikinya demi satu tujuan: mengantarkan Evi Mentari pulang ke kampung halamannya di Kota Sukabumi Jawa Barat.

Baca juga:  Pengabdian Tulus Bidan Eros Untuk Suku Baduy Diapresiasi Ketua DPD RI

 

“Saya siap menjalankan misi kemanusiaan ini. Saya harap dengan berkoordinasi bersama pihak-pihak terkait, jenazah bisa segera dipulangkan. Kasihan, ada tiga anak yang terus menunggu ibunya pulang. Ini perjuangan kami atas nama kemanusiaan. Mohon dukungannya,” ujar Kristiawan Saputra kepada awak media.

 

Menurutnya, persoalan ini tidak hanya menyangkut prosedur administratif, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan. Semakin lama proses pemulangan tertunda, semakin panjang pula penantian keluarga yang berharap dapat mengantar almarhumah ke peristirahatan terakhir di tanah kelahirannya.

 

FGSB Kota Sukabumi pun berharap komunikasi yang telah terjalin dengan Pemerintah Kota Sukabumi menjadi langkah awal untuk mempercepat koordinasi dengan instansi terkait, baik di tingkat pusat maupun perwakilan Indonesia di Arab Saudi.

Baca juga:  Band Radja Turun Gunung, Guncang Kota Sukabumi

 

Di sisi lain, keluarga almarhumah masih terus menunggu kabar baik. Mereka berharap segala proses birokrasi dapat segera diselesaikan sehingga jenazah Evi Mentari dapat dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya.

 

Bagi Kristiawan dan FGSB, perjuangan ini bukan sekadar menjalankan sebuah misi sosial. Lebih dari itu, mereka ingin memastikan bahwa setiap warga negara, di mana pun berada, berhak mendapatkan perhatian dan penghormatan hingga akhir hayatnya.

 

“Selama masih ada harapan, kami akan terus berupaya. Kami ingin memastikan almarhumah bisa kembali ke rumahnya dan keluarga mendapatkan kepastian,” tutup Kristiawan.

Pos terkait