LINGKARPENA.ID | Panggung dunia hiburan musik tanah air kembali menorehkan sejarah baru. Band rock legendaris Indonesia, Radja, dipastikan “turun gunung” untuk mengguncang gelaran Broken Versus Music Experience Festival yang berlangsung pada Minggu (13/9/2026) di Stadion Suryakancana, Kota Sukabumi.
Kehadiran Band papan atas di festival ini bukan sekadar melengkapi daftar penampil, melainkan menjadi poros utama yang menjembatani memori lintas generasi. Acara yang mengusung tema “Dua Era – Satu Luka – Sejuta Cinta” ini siap menyajikan perjalanan emosional yang megah dan sinematik bagi seluruh pecinta musik yang hadir.
Band Radja adalah disebut salah satu raksasa industri musik Indonesia di era 2000-an. Di masa kejayaannya band yang digawangi Ian Kasela dan kawan-kawan ini adalah mesin pencetak hit dan lagunya bergema di setiap sudut negeri. Album-album seperti Langkah Baru (2004) sukses meraih penghargaan multi-platinum dengan angka penjualan jutaan keping. Ini sebuah pencapaian fantastis yang sangat sulit ditandingi di era digital saat ini.
Lagu-lagu seperti “Jujur”, “Cinderella”, hingga “Tulus” telah mengakar kuat dalam DNA penikmat musik Indonesia. Radja pantas disebut sebagai legenda karena karya mereka terbukti abadi (timeless), mampu melintasi batas zaman hingga tetap dihafal oleh generasi Gen-Z hari ini. Bagi generasi terdahulu, Radja adalah tempat berlindung paling aman ketika makna kehilangan dirasakan begitu dalam dan hati hancur secara diam-diam.
Di panggung Broken Versus Festival, sang legenda akan bersanding dengan deretan band kekinian seperti Juicy Luicy, Lomba Sihir, Pamungkas, hingga Magnet Band. Jika Radja mewakili era nostalgia, maka band-band modern ini merepresentasikan generasi hari ini yang lebih terbuka, jujur, dan nyata dalam menyuarakan dinamika percintaan anak muda modern.
“Musik bukan hanya tentang apa yang didengar, tetapi tentang apa yang pernah dirasakan. Broken Versus Festival menjadi ruang di mana memori masa lalu dan kenyataan hari ini saling bertabrakan, menyatu, lalu membentuk perjalanan emosional yang utuh,” ujar Ari selaku pihak penyelenggara (EO) dalam konferensi pers yang digelar di Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Sabtu (12/9).
Selain nama-nama besar di atas, panggung spektakuler di Stadion Suryakancana ini juga akan dimeriahkan oleh Alkateri, GME Band, NAVA, AXN, dan Frequents. Dengan tata panggung yang megah dan visual yang sinematik, penonton dipastikan tidak hanya menikmati konser, tetapi juga meresapi kembali bagian perjalanan hidup mereka yang pernah hilang.(*)






