Pedagang Bendera Offline Mengeluh, Penjualan Jelang HUT RI ke-81 Menurun

LINGKARPENA.ID | Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terlihat di sejumlah ruas jalan wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi. Lapak pedagang musiman yang menjual bendera Merah Putih, umbul-umbul, hingga aksesori kemerdekaan mulai bermunculan sejak awal Agustus.

 

Namun, di balik ramainya suasana perayaan kemerdekaan, pedagang bendera secara offline mengaku menghadapi tantangan. Penjualan tahun ini dinilai mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, salah satunya akibat semakin banyak masyarakat yang memilih membeli kebutuhan kemerdekaan melalui toko daring.

 

Wahyu (47), warga Kabupaten Cianjur yang setiap tahun datang ke wilayah Pajampangan untuk berjualan menjelang 17 Agustus, mengaku mulai membuka lapaknya sejak 1 Agustus hingga puncak perayaan kemerdekaan pada 17 Agustus 2026.

Baca juga:  Polisi Sita 1 Ton Shabu di Pantai Pangandaran

 

Ia berjualan di salah satu titik strategis di ruas Jalan Jampangkulon-Surade dengan menawarkan berbagai jenis bendera dan aksesori bernuansa Merah Putih.

 

“Alhamdulillah, tahun ini masih ada yang beli, tetapi memang penjualannya menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekarang banyak masyarakat yang memilih belanja melalui online shop,” kata Wahyu saat ditemui lingkarpena.id, Minggu (16/8/2026).

 

Menurutnya, persaingan dengan pedagang online cukup terasa bagi penjual musiman seperti dirinya. Konsumen kini dapat dengan mudah membandingkan harga dan memilih berbagai model bendera maupun aksesori hanya melalui telepon genggam.

 

Meski demikian, Wahyu tetap berusaha bertahan hingga momentum 17 Agustus berakhir. Harga bendera yang dijualnya cukup beragam. Bendera plastik ditawarkan sekitar Rp10 ribu, sementara bendera kain dibanderol mulai Rp5 ribu hingga Rp80 ribu, tergantung ukuran dan jenisnya.

Baca juga:  BPBD Kabupaten Sukabumi Laporkan Situasi Kondusif, Tidak Ada Kejadian Bencana per 13 November 2025

 

Selain bendera, ia juga menerima pesanan berbagai aksesori kemerdekaan, termasuk pita Merah Putih yang biasa digunakan sebagai ikat kepala dengan harga sekitar Rp2.000 per buah.

 

“Kalau omzet memang tidak menentu. Ada hari yang lumayan, ada juga yang sepi. Tapi alhamdulillah masih cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan memutar modal,” ujarnya.

 

Di tengah menurunnya transaksi secara langsung, sejumlah pesanan tetap menjadi penopang usaha. Salah satunya pesanan pita Merah Putih sebanyak 230 buah yang diterima Wahyu menjelang puncak peringatan HUT RI.

 

Bagi Wahyu, berjualan bendera setiap bulan Agustus bukan hanya persoalan mencari keuntungan. Ia juga ingin turut mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan makna kemerdekaan dan perjuangan para pahlawan.

Baca juga:  Jelang Lebaran Idul Fitri 1443 Hijrah, Kiriman Uang TKI Via Kantor Pos Sukabumi Naik 2 Miliar

 

“Saya selain dagang bendera juga punya misi mengingatkan perjuangan kemerdekaan. Setahun sekali, masyarakat diharapkan memasang bendera Merah Putih di rumah maupun di lingkungan masing-masing,” tuturnya.

 

Ia berharap semangat memasang bendera Merah Putih tetap terjaga, meskipun pola belanja masyarakat terus berubah. Menurutnya, keberadaan pedagang bendera musiman di pinggir jalan juga menjadi bagian dari suasana khas menjelang perayaan kemerdekaan.

 

“Walaupun sekarang banyak yang belanja online, kami tetap berjualan. Mudah-mudahan masyarakat tetap antusias memasang Merah Putih. Bagi kami, setiap bendera yang terjual juga ikut membawa semangat kemerdekaan,” pungkasnya.

Pos terkait