LINGKARPENA.ID | Semangat kemerdekaan tidak selalu harus diterjemahkan melalui perayaan yang megah. Di tengah kehidupan masyarakat, kemerdekaan justru dapat dirasakan melalui kebersamaan, gotong royong, tawa anak-anak, serta keterlibatan warga dalam mengisi momentum bersejarah bangsa. Rabu (19/08/2026)
Semangat itulah yang coba dihidupkan Kelompok KKM 05 STKIP Bina Mutiara Sukabumi Kampus Surade melalui inisiasi rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kampung Cikareo, Desa Cimahpar, Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengabdian mahasiswa KKM 05 kepada masyarakat. Namun, lebih dari sekadar menjalankan program kerja, kegiatan kemerdekaan tersebut menjadi ruang perjumpaan antara mahasiswa dan masyarakat untuk membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan kembali semangat nasionalisme di lingkungan masyarakat.
Bagi mahasiswa KKM 05, bulan kemerdekaan merupakan momentum yang tepat untuk menghadirkan kegiatan positif yang dapat melibatkan masyarakat secara luas, terutama generasi muda dan anak-anak.
Perayaan HUT RI pun dikemas bukan hanya sebagai agenda seremonial, tetapi sebagai ruang kebersamaan yang memberikan kesempatan kepada warga untuk berkumpul, berinteraksi, bergembira, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong.
Inisiatif kegiatan tersebut lahir dari keinginan KKM 05 untuk menghadirkan suasana perayaan kemerdekaan yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Kp. Cikareo.
Mahasiswa melihat bahwa peringatan HUT RI memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding sekadar seremoni tahunan. Kemerdekaan dapat menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu bangsa sekaligus mengajak generasi hari ini untuk mengisi kemerdekaan melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Ketua KKM 05 STKIP Bina Mutiara, Moch Andra Prasetia, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kebersamaan bersama masyarakat.
“Bagi kami, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan hanya tentang merayakan hari kemerdekaan, tetapi juga bagaimana semangat kemerdekaan tersebut dapat dirasakan bersama oleh masyarakat. Kami ingin menginisiasi kegiatan yang dapat menjadi ruang untuk berkumpul, bersilaturahmi, bergembira, sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air, khususnya bagi anak-anak di Kp. Cikareo,” ujar Andra.
Menurut Andra, semangat nasionalisme harus terus diperkenalkan kepada generasi muda melalui cara yang dekat dengan kehidupan mereka.
Salah satunya melalui kegiatan bersama yang menghadirkan suasana menyenangkan, tetapi tetap memiliki pesan tentang persatuan, persaudaraan, gotong royong, dan kecintaan terhadap Indonesia.
Pelaksanaan kegiatan di Kp. Cikareo juga memperlihatkan adanya kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.
Sejak tahap persiapan, mahasiswa tidak berjalan sendiri. Warga turut memberikan dukungan dan terlibat dalam berbagai kebutuhan kegiatan.
Semangat gotong royong tersebut menjadi salah satu bagian penting yang membuat perayaan kemerdekaan terasa lebih hidup.
Bagi KKM 05, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan pengabdian akan memiliki makna lebih ketika masyarakat ditempatkan sebagai bagian dari proses, bukan hanya sebagai penerima kegiatan.
Mahasiswa dan warga kemudian berada dalam satu ruang yang sama: bekerja bersama, berkomunikasi, saling membantu, hingga menikmati suasana perayaan kemerdekaan secara bersama-sama.
Andra mengapresiasi antusiasme masyarakat Kp. Cikareo yang ikut terlibat sejak persiapan hingga pelaksanaan.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat Kp. Cikareo. Dari persiapan hingga pelaksanaan, kegiatan ini tidak hanya menjadi program mahasiswa, tetapi menjadi kegiatan bersama. Justru kolaborasi antara KKM dan masyarakat inilah yang membuat perayaan kemerdekaan terasa lebih bermakna,” tambahnya.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa. Sebab, melalui kegiatan seperti ini mahasiswa dapat belajar bahwa kehidupan bermasyarakat membutuhkan komunikasi, kepedulian, kemampuan bekerja sama, serta kesediaan untuk mendengar dan memahami kebutuhan masyarakat.
Anak-anak menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan kemerdekaan di Kp. Cikareo.
Bagi KKM 05, melibatkan anak-anak dalam perayaan HUT RI memiliki arti tersendiri. Mereka adalah generasi yang kelak akan melanjutkan perjalanan bangsa.
Karena itu, momentum kemerdekaan dapat menjadi sarana untuk mengenalkan nilai-nilai nasionalisme dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.
Anak-anak dapat belajar bahwa kemerdekaan bukan hanya cerita tentang masa lalu. Kemerdekaan juga merupakan tanggung jawab generasi masa kini untuk menjaga persatuan dan mengisinya dengan kegiatan yang positif.
Belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati orang lain, menjaga kebersihan lingkungan, membantu sesama, mengikuti kegiatan positif, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat merupakan bentuk sederhana dalam mengisi kemerdekaan.
Dari lingkungan kecil seperti Kp. Cikareo, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus tumbuh.
Ada hal yang mungkin terlihat sederhana, tetapi justru menjadi kekuatan utama dalam kegiatan tersebut: gotong royong.
Masyarakat bersama mahasiswa saling membantu dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan perayaan. Tidak ada sekat antara mahasiswa dan warga ketika semua bergerak untuk satu tujuan.
Suasana tersebut menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan masih hidup dalam kehidupan masyarakat.
Gotong royong bukan hanya tradisi sosial, tetapi juga salah satu kekuatan masyarakat Indonesia dalam menghadapi berbagai persoalan.
Di tengah perubahan zaman yang semakin individualistis, ruang-ruang kebersamaan semacam ini menjadi penting untuk terus dipertahankan.
Perayaan HUT RI akhirnya tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sosial antarwarga.
Bagi mahasiswa KKM 05, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari proses belajar di luar ruang kelas.
Selama menjalankan KKM, mahasiswa tidak hanya dituntut menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan, tetapi juga belajar memahami realitas sosial secara langsung.
Kehidupan masyarakat memiliki dinamika yang tidak selalu dapat ditemukan dalam buku atau ruang perkuliahan.
Melalui interaksi dengan warga Kp. Cikareo, mahasiswa belajar mengenai arti kepedulian, komunikasi sosial, kerja sama, serta pentingnya membangun kepercayaan.
Karena itu, perayaan HUT RI menjadi salah satu medium pengabdian yang mempertemukan dua kepentingan: mahasiswa belajar dari masyarakat, sementara masyarakat mendapatkan energi dan gagasan dari generasi muda.
Perayaan kemerdekaan di Kp. Cikareo juga menjadi pengingat bahwa generasi hari ini memiliki tugas untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal yang bermanfaat.
Jika para pahlawan dahulu berjuang merebut kemerdekaan dengan pengorbanan yang luar biasa, maka generasi saat ini memiliki tantangan yang berbeda.
Perjuangan hari ini dapat dilakukan melalui pendidikan, pengabdian, inovasi, kepedulian sosial, menjaga persatuan, serta membangun lingkungan yang lebih baik.
Mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda memiliki posisi strategis untuk mengambil peran tersebut.
Kehadiran KKM 05 di Desa Cimahpar menjadi salah satu contoh kecil bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi melalui kegiatan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Tidak harus menunggu menjadi pejabat, tokoh masyarakat, ataupun pemimpin bangsa untuk memberikan manfaat.
Kontribusi dapat dimulai dari lingkungan terdekat.
Dari desa.
Dari kampung.
Dari kegiatan bersama.
Dan dari kepedulian terhadap masyarakat.
Meninggalkan Jejak, Bukan Sekadar Kegiatan
Bagi KKM 05 STKIP Bina Mutiara Sukabumi Kampus Surade, kegiatan HUT RI di Kp. Cikareo diharapkan tidak berhenti sebagai dokumentasi kegiatan selama masa KKM.
Lebih jauh, mahasiswa berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya meninggalkan kesan bahwa kehadiran mahasiswa di Desa Cimahpar bukan hanya untuk menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi juga untuk membangun hubungan sosial dan memberikan kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat.
Sementara bagi warga, keterlibatan dalam kegiatan kemerdekaan menjadi momentum untuk memperkuat kembali hubungan antarwarga dan menjaga tradisi gotong royong.
HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia akhirnya menjadi lebih dari sekadar angka dalam perjalanan sejarah bangsa.
Di Kp. Cikareo, kemerdekaan dirayakan melalui kebersamaan. Anak-anak bergembira. Warga berkumpul. Mahasiswa berbaur. Gotong royong kembali menjadi energi yang menyatukan. Dari suasana sederhana tersebut, terdapat pesan besar bahwa kemerdekaan harus terus dirawat.
Kemerdekaan tidak cukup hanya dikenang setiap bulan Agustus. Kemerdekaan harus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia hadir ketika masyarakat saling membantu. Ia hadir ketika anak-anak mendapatkan ruang untuk belajar dan tumbuh. Ia hadir ketika generasi muda mau turun ke tengah masyarakat.
Dan ia hadir ketika perbedaan tidak menjadi alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan untuk berjalan bersama.
Melalui rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI di Kp. Cikareo, KKM 05 STKIP Bina Mutiara berharap semangat tersebut dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Cimahpar.
Sebab, kemerdekaan bukan hanya tentang masa lalu yang harus dikenang, tetapi tentang masa depan yang harus diperjuangkan.
Dari Kp. Cikareo, semangat merah putih kembali dinyalakan. Bukan hanya melalui bendera yang berkibar, tetapi melalui gotong royong, kebersamaan, tawa anak-anak, dan langkah generasi muda yang memilih untuk hadir serta mengabdi kepada masyarakat.
Kemerdekaan dirayakan bersama, kebersamaan dijaga, dan masa depan Indonesia dititipkan kepada generasi yang hari ini sedang belajar untuk mencintai negerinya.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka!






