LINGKARPENA.ID | Komunitas Wartawan Sukabumi (KOWASI) menegaskan komitmennya untuk memperkuat persatuan, profesionalisme, dan integritas insan pers melalui Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026. Forum organisasi tersebut digelar di Perum Mayanti Residence, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Kamis (20/8/2026).
Raker menjadi ruang evaluasi sekaligus konsolidasi bagi jajaran KOWASI dalam menyusun program dan menentukan langkah organisasi ke depan. Mengusung tema “Dengan semangat kemerdekaan mari kita tumbuhkan rasa Persatuan Organisasi, menuju masa depan lebih baik dan maju”, kegiatan tersebut diikuti pengurus, anggota, serta Pembina KOWASI.
Ketua Umum KOWASI Yudi Suyudi memimpin langsung jalannya raker bersama Sekretaris Jenderal Heri Setiawan dan Bendahara Umum Dody Suryadarma. Sementara proses persidangan dipandu Bidang Pertimbangan Organisasi yang diwakili Ade Trilaksana.
Sejumlah agenda penting dibahas dalam forum tersebut, mulai dari evaluasi organisasi, penyusunan program kerja, hingga persiapan pelaksanaan agenda besar KOWASI mendatang.
Salah satu keputusan yang dihasilkan yakni penetapan Mualana Yusuf sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Koordinator Wilayah Selatan.
Raker juga menjadi bagian dari tahapan persiapan HUT dan Musyawarah Besar (Mubes) KOWASI XVI yang dijadwalkan berlangsung pada 10 November 2026. Dalam pembahasannya, peserta mulai mematangkan berbagai kebutuhan, termasuk kepanitiaan, lokasi kegiatan, penganggaran, serta teknis pelaksanaan.
Yudi Suyudi mengatakan, raker memiliki arti penting karena seluruh keputusan organisasi harus lahir melalui proses pembahasan bersama dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Raker ini menjadi momentum untuk menyatukan persepsi, mengevaluasi apa yang sudah dilakukan, sekaligus menentukan langkah organisasi ke depan. Setiap keputusan yang dihasilkan harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Selain persoalan organisasi, perhatian juga diberikan terhadap pentingnya menjaga marwah profesi jurnalistik. Pembina KOWASI Budi Widaya mengingatkan seluruh anggota agar terus membangun solidaritas dan menjaga integritas dalam menjalankan tugas sebagai insan pers.
Menurutnya, wartawan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan jurnalistik, tetapi juga harus mampu menjaga perilaku dan menjadi contoh di tengah masyarakat.
Budi secara khusus mengingatkan anggota KOWASI untuk menjauhi penyalahgunaan narkotika. Ia menilai, narkoba dapat memberikan dampak serius terhadap kehidupan pribadi maupun keberlangsungan organisasi.
“Insan pers harus menjadi contoh yang baik. Jangan sampai narkoba merusak masa depan, karier, keluarga, maupun organisasi. Karena itu, kita harus bersama-sama menjaga diri dan lingkungan dari bahaya narkotika,” tegasnya.
Komitmen tersebut kemudian diperkuat melalui penandatanganan Fakta Integritas. Dokumen itu menjadi bentuk kesungguhan anggota dalam menjaga nama baik organisasi, menaati aturan internal, menjunjung Kode Etik Jurnalistik, serta memegang teguh Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
Dengan berakhirnya Raker 2026, KOWASI diharapkan tidak hanya memiliki rumusan program kerja baru, tetapi juga semakin solid dalam menjalankan fungsi organisasi. Forum tersebut sekaligus menjadi pijakan untuk membangun KOWASI yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan pers serta masyarakat di Sukabumi.(*)






