LINGKARPENA.ID | Puluhan kilometer kondisi jalan Kabupaten di wilayah Desa Cicantayan-Hegarmanah Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, rusak parah. Kondisi itu menuai keluhan warga. Kerusakan jalan disebabkan oleh beberapa faktor. Hal tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas dan kenyamanan warga sehari-hari. Masyarakat meminta pemerintah daerah segera turun tangan.
Warga mengaku kondisi jalan yang rusak sudah cukup lama dirasakan. Bahkan sejak tahun 1999 belum mendapatkan perbaikan secara maksimal. Saat ini permukaan jalan semakin berlubang membuat kontur jalan tidak rata. Hal tersebut tentunya sangat membahayakan pengguna kendaraan, terutama pengendara sepeda motor.
Kondisi tersebut semakin dikeluhkan ketika sudah memasuki musim hujan. Lubang-lubang di badan jalan kerap tergenang sehingga sulit terlihat oleh pengendara. Sementara saat cuaca panas, debu dari jalan yang rusak juga mengganggu warga yang tinggal di sekitar lokasi.
Kerusakan jalan bukan cuma tidak adanya perbaikan. Tapi diduga kuat karena adanya aktivitas mobilitas tambang galian C, pasir kuarsa dan armada peternakan proyek ayam sehingga membuat jalan semakin cepat mengalami kerusakan.
Kekecewaan warga bukan hanya soal kerusakan jalan, tetapi juga berkaitan dengan janji perbaikan infrastruktur yang selama ini mereka nantikan. Warga berharap komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk meningkatkan kualitas infrastruktur benar-benar direalisasikan hingga ke tingkat wilayah atau pelosok.
“Jalan ini merupakan akses penting bagi masyarakat. Kami berharap pemerintah tidak hanya melihat kondisi jalan di pusat kota, tetapi juga memperhatikan jalan yang setiap hari digunakan warga,” keluh salah seorang warga Cicantayan, kepada Lingkarpena.id yang tidak mau disebutkan namanya, Selasa (25/8).
Menurut warga, perbaikan jalan sangat dibutuhkan karena jalur tersebut menjadi akses masyarakat untuk beraktivitas, mulai dari bekerja, bersekolah hingga mengangkut hasil usaha dan kebutuhan sehari-hari.
Masyarakat Desa Cicantayan dan Hegarmanah meminta Bupati Sukabumi H. Asep Japar beserta jajaran terkait segera mengecek kondisi jalan. Warga berharap adanya kepastian mengenai kapan perbaikan jalan akan dilakukan.
Warga menegaskan, perbaikan jalan bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi menyangkut keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
“Kami juga meminta pak Bupati untuk melakukan sidak aktivitas tambang. Kami menduga aktivitas pertambangan itu tidak sesuai izin dan realisasi di lapangan. Jangan sampai warga bertindak bodoh. Yang jelas kami ingin ada kepastian kapan jalan ini diperbaiki,” ujar warga lainnya.
Keluhan tersebut menjadi pengingat bagi pemerintah daerah agar pembangunan infrastruktur dilakukan secara merata. Masyarakat Hegarmanah dan Cicantayan berharap janji peningkatan kualitas jalan tidak berhenti pada pernyataan, tetapi diwujudkan melalui perbaikan nyata di lapangan.
Warga kini menunggu langkah konkret pemerintah khususnya Dinas Pekerjaan Umum DPU untuk menjawab keluhan sekaligus memenuhi harapan masyarakat terhadap akses jalan yang layak dan aman digunakan.






