Atap SMPN 4 Kalibunder Ambruk, Dua Ruangan Tak Bisa Digunakan

LINGKARPENA.ID | Kondisi bangunan SMP Negeri 4 Kalibunder, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi, yang mengalami kerusakan cukup parah akhirnya berujung pada ambruknya bagian atap dua ruangan sekolah.

 

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Dua ruangan yang terdampak yakni ruang perpustakaan dan ruang belajar kelas VIII.

 

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena ambruk terjadi saat aktivitas sekolah belum berlangsung. Namun, kondisi bangunan yang rusak membuat pihak sekolah harus mengambil langkah cepat untuk menjamin keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

 

Tenaga Administrasi SMPN 4 Kalibunder, Pepen, mengatakan pihak sekolah tidak mengetahui secara pasti penyebab maupun waktu persis ambruknya atap. Namun, warga yang tinggal di sekitar sekolah sempat mendengar suara keras sekitar pukul 03.00 WIB.

 

“Kalau kejadian persisnya tidak ada yang tahu. Tapi menurut warga sekitar, sekitar pukul 03.00 WIB terdengar suara keras. Setelah diperiksa, ternyata bagian atap bangunan sudah ambruk,” ujar Pepen.

 

Menurutnya, kerusakan pada bangunan, khususnya ruang kelas VIII, sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Pihak sekolah juga sebelumnya telah berupaya melakukan langkah antisipasi dengan menurunkan genting pada bagian bangunan yang dinilai sudah mengalami kerusakan.

Baca juga:  Hardiknas 2021 Patwabumi Berencana Menggelar Seminar Pendidikan Nasional

 

“Memang sebelumnya sudah kami antisipasi. Genting di bangunan yang rusak sudah berusaha kami turunkan supaya tidak semakin membebani konstruksi. Tetapi upaya itu belum selesai, akhirnya dini hari tadi atapnya ambruk,” katanya.

 

Pepen menambahkan, kondisi kerusakan ruang kelas VIII juga dikhawatirkan berdampak terhadap ruang kelas VII dan IX yang berada di sekitar bangunan tersebut. Atas pertimbangan keselamatan, kedua ruangan itu untuk sementara tidak digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

 

“Kami khawatir kalau ruang kelas VIII ini semakin rusak bisa berdampak ke ruang kelas VII dan IX. Jadi untuk sementara tiga ruang tersebut tidak digunakan. Kegiatan belajar mengajar kami pindahkan ke laboratorium IPA,” jelasnya.

 

Laboratorium IPA tersebut selama ini belum digunakan secara maksimal karena belum memiliki kelengkapan peralatan laboratorium. Di SMPN 4 Kalibunder kerusakan terjadi pula pada wc yang sudah lama tidak difungsikan.

 

SMPN 4 Kalibunder yang berada di Kampung Cigerung, Desa Balekambang, Kecamatan Kalibunder, saat ini memiliki sekitar 72 siswa dan sembilan tenaga pengajar.

Baca juga:  Peringati Hari Mieling Basa Indung, SMPN 1 Cidolog Menggelar Upacara Khusus

 

Pepen menyebutkan, kondisi bangunan yang rusak tersebut sebenarnya sudah beberapa kali diusulkan untuk mendapatkan perbaikan. Namun hingga kini belum ada realisasi pembangunan.

 

“Sudah beberapa kali kami usulkan agar bangunan yang kondisinya rusak ini diperbaiki. Harapan kami tentu ada perhatian dan segera direalisasikan, karena ini menyangkut keselamatan siswa sekaligus kelancaran kegiatan belajar mengajar,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Camat Kalibunder, Topik Nurhadi, mengatakan pihak kecamatan langsung melakukan langkah penanganan setelah menerima informasi mengenai ambruknya bangunan sekolah tersebut.

 

“Begitu kami menerima laporan, kami langsung menerjunkan tim untuk melakukan assessment ke lokasi. Kami ingin memastikan kondisi bangunan dan tingkat kerusakan, terutama untuk melihat aspek keselamatan bagi siswa maupun pihak sekolah,” kata Topik.

 

Ia menegaskan, hasil assessment nantinya menjadi bahan untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut dan dikoordinasikan dengan pihak terkait.

 

“Kami akan melihat hasil assessment di lapangan. Yang paling utama saat ini adalah memastikan tidak ada aktivitas di bagian bangunan yang membahayakan dan proses belajar siswa tetap bisa berjalan dengan aman,” ujarnya.

Baca juga:  Urai Arus Balik, Jabar Tetapkan Masuk Sekolah Kamis 12 Mei 2022 Mendatang

 

Ambruknya atap bangunan sekolah tersebut kembali menjadi perhatian terhadap kondisi sarana pendidikan di wilayah Kecamatan Kalibunder. Pihak sekolah berharap kerusakan tidak hanya ditangani secara sementara, tetapi bangunan yang sudah tidak layak dapat segera diperbaiki atau dibangun kembali secara permanen.

 

Harapan serupa disampaikan para orang tua siswa. Mereka menginginkan pemerintah segera mengambil langkah agar anak-anak mereka dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas yang aman dan layak.

 

“Kami berharap bangunan yang rusak ini segera diperbaiki atau dibangun kembali. Jangan sampai anak-anak belajar dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Keselamatan mereka tentu yang paling utama,” demikian harapan pihak sekolah dan orang tua siswa.

 

Dengan kondisi tersebut, percepatan penanganan dinilai penting agar kegiatan belajar mengajar di SMPN 4 Kalibunder tidak terganggu sekaligus memberikan rasa aman bagi seluruh siswa, guru dan tenaga kependidikan.

Pos terkait