Aspal Licin Sepanjang Satu Kilometer, Jalan Nasional Siliwangi Sukabumi Sempat Mencekam

Petugas Pos Damkar V Cibadak, saat menyemprotkan air di Jalan Siliwangi yang tercecer tumpahan Oli, pada Kamis (8/10).[Foto: Idam/inilah]

LINGKARPENA.ID | Bayangkan melaju di jalan nasional yang biasanya mulus, lalu tiba-tiba ban motor Anda kehilangan cengkeraman di atas aspal yang berubah menjadi licin seperti lantai kamar mandi. Itulah yang dialami seorang pengendara sepeda motor di Jalan Raya Nasional Siliwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (8/10/2026).

Ia terjatuh. Beruntung, tidak ada korban jiwa. Namun, insiden itu menjadi alarm keras: ada sesuatu yang salah di jalan raya yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan.

Jejak Oli yang Membahayakan

Penyebabnya bukan hujan, bukan pula genangan air. Sebuah kendaraan — diduga roda empat — meneteskan oli sepanjang perjalanannya, meninggalkan jejak licin yang membentang kurang lebih satu kilometer dari arah Kota Sukabumi hingga mendekati Pertigaan Palabuhanratu.

Bagi pengendara sepeda motor, jejak hitam mengkilap di atas aspal itu adalah mimpi buruk. Satu sentuhan rem atau sedikit kemiringan saja bisa berujung petaka. Kepanikan pun sempat menyelimuti pengguna jalan yang melintas di jalur vital tersebut.

Baca juga:  Penyebab Truk Tangki Nyungsep di Palabuhanratu, Ternyata Ini Sopirnya

Enam Orang, Air, Deterjen, dan Semangat Gotong Royong

Begitu kabar tentang pemotor yang jatuh sampai ke telinga petugas, Damkar Pos V Cibadak tidak membuang waktu. Enam personel langsung diterjunkan ke lokasi dengan satu misi: membuat jalan itu aman kembali secepat mungkin.

Namun mereka tidak bekerja sendirian. Dalam hitungan menit, sebuah kolaborasi darurat terbentuk di pinggir jalan nasional. Babinsa dan Bhabinkamtibmas Polsek Cibadak hadir mewakili unsur keamanan. Pemuda dari KNPI, Karang Taruna, serta relawan P2BK Cibadak turut turun tangan. Bersama-sama, mereka menyiram, menggosok, dan membilas permukaan aspal menggunakan campuran air dan deterjen — cara sederhana namun efektif untuk memecah lapisan oli yang menempel.

Baca juga:  Korban Keracunan di Sagaranten Bertambah Jadi 49 Orang, Ini Kata dr. Hikmat

Komandan Pos V Damkar Cibadak, Iyep Yosepa, menjelaskan bahwa kecepatan respons menjadi kunci.

“Kami mendapat laporan ada tumpahan oli di jalan nasional dan kendaraan roda dua yang jatuh di Pertigaan Cibadak. Kami langsung melakukan pembersihan menggunakan air dan deterjen untuk mencegah kecelakaan susulan,” tuturnya.

Pembersihan Bertahap, Titik demi Titik

Bhabinkamtibmas Polsek Cibadak, Aipda Emin, menambahkan bahwa operasi pembersihan tidak dilakukan secara asal. Tim membagi area menjadi beberapa titik vital dan membersihkannya secara bertahap, mulai dari arah Kota Sukabumi hingga Simpangratu Cibadak.

“Awalnya warga melapor oli berceceran cukup panjang dari arah Sukabumi sampai Pertigaan Palabuhanratu, dan sudah ada pemotor yang terjatuh. Kami langsung berkoordinasi dengan Damkar dan elemen masyarakat untuk gotong royong membersihkannya,” jelas Aipda Emin.

Baca juga:  Truk Pasir Terguling di Parungkuda Sukabumi

Pelajaran dari Sepercik Oli

Di balik aksi heroik para petugas dan warga, tersimpan pesan yang lebih dalam. Iyep Yosepa tidak ragu mengingatkan bahwa kecelakaan seperti ini sebenarnya bisa dicegah — jauh sebelum oli itu menetes ke aspal.

“Kepada pengemudi, pastikan kondisi kendaraan prima sebelum digunakan. Jangan abaikan kebocoran oli, karena ceceran di jalan raya bisa berakibat fatal dan membahayakan nyawa orang lain,” tegasnya.

Sementara itu, Aipda Emin menutup dengan imbauan agar kewaspadaan tetap dijaga, mengingat permukaan jalan mungkin masih menyisakan sedikit licin di beberapa titik.

“Kami mengimbau pengendara roda dua maupun roda empat agar tetap mengurangi kecepatan, berhati-hati, dan mengutamakan keselamatan,” pungkasnya.(*)

Pos terkait