LINGKARPENA.ID | Pelayanan di Puskesmas Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, sempat dikeluhkan pihak keluarga pasien asal Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (26/8/2025). Hal tersebut juga sempat ramai di dunia maya.
Keluhan soal pelayanan itu sempat diunggah di media sosial facebook dengan nama akun@Ald* Wibis***. Dalam unggahannya disebutkan, dirinya pada Senin (26/8) sekira pukul 01.35 WIB, membawa isterinya yang menderita sakit telinga ke Puskesmas Tamanjaya untuk mendapatkan penanganan petugas kesehatan.
“Pertama, sekitar pukul 01.00 WIB saya membawa isteri saya ke Pustu (Peskesmas pembantu) untuk mengobati telinga isteri saya. Tapi di lokasi pustu keadaanya gelap gulita. Kemudian saya langsung menuju Puskesmas, harapan saya di Puskesmas isteri saya bisa dilayani dan mendapatkan penanganan maksimal petugas nakes,” sebutnya.
Lanjut kata keluarga pasien, setiba di Puskesmas pasien mengaku tidak dilayani sesuai harapan. “Mereka bilang gak ada infusan dan gak ada obatnya. Mending minum aja obat yang bekas berobat kemarin yang ada di rumah,” tambah suami pasien.
Menanggapi keluhan keluarga pasien yang tersiar di media sosial itu, Kepala Puskesmas Tamanjaya, Lilis Herlina pun angkat bicara. Lilis menjelaskan, sekira pukul 1.35 WIB petugas jaga di Puskesmas Tamanjaya, memang kedatangan pasien perempuan yang dihantar oleh suaminya.
“Pasien itu mengeluhkan sakit kepala dan demam. Dari hasil pemeriksaan petugas jaga, tekanan darah pasien berada pada posisi 95/80. Namun, waktu mau di kasih obat pasien itu malah pergi, tak mendengarkan ucapan dari petugas piket,” jelas Lilis.
Lilis juga membantah tuduhan pihak keluarga pasien bahwa keberadaan di Puskesmas Tamanjaya tidak ada obat dan fasilitas seperti yang di unggah dan dinarasikan oleh suami pasien di media sosial.
“Petugas piket Puskesmas kami sudah memberikan pelayanan kepada pasien sesuai SOP. Dan kalau di Puskesmas Tamanjaya dibilang tidak ada obat, itu salah. Masa kami bisa melaksanakan PKG dibilang gak ada obat. Yang jelas obat dan alat alat itu ada. Ini hanya ada kekeliruan saja. Apalagi kondisinya darurat dini hari pula,” papar Lilis.
Atas kejadian ini Lilis secara pribadi pun telah menghubungi langsung pihak keluarga pasien atas kekurangan dari petugas jaga Puskesmas. Dan ia juga meminta maaf atas kekurangan dalam memberikan pelayanan. Akan tetapi kata Lilis, apa yang disampaikan keluarga pasien tersebut tidak sama dengan yang disampaikan petugas piket.
“Ya, tadi saya sudah berbicara banyak dengan pihak keluarga pasien, ia juga meminta maaf atas kejadian tersebut. Dan saya secara pribadi juga meminta maaf atas kekurangan dalam pelayanan petugas kami,” pungkas Lilis saat dihubungi awak media, yang sedang menjenguk pasien di RSUD Jampangkulon.






