LINGKARPENA.ID | Puskesmas Buniwangi menggelar kegiatan pembekalan kader terkait Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal di Aula PKM Buniwangi, Selasa (31/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Surade, U. Suryana, Ketua TP PKK Kecamatan, serta diikuti sebanyak 54 peserta yang terdiri dari kader kesehatan dan para Ketua TP PKK desa dari lima desa di wilayah kerja Puskesmas Buniwangi.
Kepala Puskesmas Buniwangi, Yogianto, mengatakan bahwa pembekalan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan bergizi seimbang.
“Pembekalan kader tentang PMT lokal ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan bergizi seimbang. Dengan begitu, kader bisa lebih optimal dalam mendampingi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sasaran program PMT meliputi ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (bumil KEK), balita dengan berat badan tidak naik, balita dengan berat badan kurang, serta balita dengan status gizi kurang.
Menurut Yogianto, program ini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan dan terus dievaluasi untuk meningkatkan efektivitasnya.
“Melalui pembekalan ini, kami berharap kader dapat berperan aktif dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan kesehatan masyarakat, baik dari sisi gizi maupun kesehatan umum secara berkesinambungan,” tambahnya.
Ia juga menuturkan bahwa kegiatan tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi diawali dengan evaluasi pelaksanaan program tahun 2025, kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi serta demonstrasi langsung cara pengolahan bahan makanan berbasis lokal.
Sementara itu, Camat Surade, U. Suryana, mengapresiasi langkah Puskesmas Buniwangi dalam mengedukasi kader kesehatan sebagai garda terdepan di masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Peran kader sangat penting dalam membantu pemerintah menekan angka stunting. Dengan pembekalan seperti ini, diharapkan kader semakin terampil dan mampu mengedukasi masyarakat secara langsung,” ungkapnya.
Ia berharap sinergi antara tenaga kesehatan, kader, dan pemerintah desa dapat terus diperkuat demi menciptakan masyarakat yang sehat dan bebas dari permasalahan gizi.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi, terutama saat sesi demonstrasi pengolahan makanan tambahan berbasis bahan pangan lokal yang mudah dijangkau masyarakat.






