LINGKARPENA.ID | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, S.H., Kota Sukabumi, turut memeriahkan peringatan Hari Jantung Sedunia (World Heart Day) yang jatuh pada hari ini, Selasa, 29 September 2026.
Melalui akun media sosial resminya, pihak rumah sakit menyampaikan pesan edukatif kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan jantung sebagai fondasi kehidupan yang berkualitas.
Dalam unggahannya, RSUD Syamsudin menekankan bahwa jantung yang sehat merupakan awal dari kehidupan yang lebih baik. Pihak rumah sakit mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan momen ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan pengingat berkelanjutan untuk menjaga kesehatan kardiovaskular demi masa depan yang lebih panjang dan produktif.
“Karena menjaga jantung berarti menjaga kesempatan untuk terus hadir, berkarya, dan menikmati setiap momen bersama orang-orang tercinta,” tulis pihak RSUD Syamsudin dalam narasinya.
Sejalan dengan tema global World Heart Day 2026 yang diusung oleh Federasi Jantung Dunia, yaitu “Don’t Miss a Beat” atau “Jangan Lewatkan Detaknya”, yang bertujuan menyoroti gejala tersembunyi penyakit jantung.
RSUD Syamsudin juga memberikan tips praktis dan sederhana bagi masyarakat awam. Lima langkah mudah yang direkomendasikan meliputi konsumsi makanan sehat dan bergizi, rutin berolahraga, menghindari rokok serta alkohol, menjaga berat badan ideal, serta mengelola stres dengan baik.
Kampanye ini sejalan dengan upaya nasional yang digaungkan melalui tagar #SehatJantungkuSehatIndonesia, guna mewujudkan masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya pencegahan penyakit kardiovaskular sejak dini.
RSUD R. Syamsudin, S.H. yang berlokasi di Jl. Rumah Sakit No. 1, Kota Sukabumi, berharap pesan ini dapat menginspirasi warga sekitar untuk menerapkan pola hidup sehat secara konsisten, karena menurut mereka, “Jantung Sehat, Hidup Lebih Kuat!”
Peringatan Hari Jantung Sedunia sendiri telah diperingati secara global setiap tanggal 29 September sejak tahun 2000 silam untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit kardiovaskular yang masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia.






