LINGKARPENA.ID | Warga pengguna Jalan Nasional ruas Surade–Ujunggenteng mengeluhkan kemacetan arus lalu lintas yang terjadi akibat antrean panjang kendaraan pengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di SPBU Cimaja. Antrean kendaraan bahkan memanfaatkan sebagian badan jalan, tepatnya di Jalan Raya Kateu Cimaja, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.
Pantauan Lingkarpena.id di lapangan menunjukkan kondisi tersebut telah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Sejumlah kendaraan, khususnya truk, tampak mengantre hingga sekitar 100 meter untuk mengisi BBM di SPBU Cimaja. Situasi semakin parah pada pagi hari, saat arus lalu lintas padat oleh kendaraan yang mengangkut anak-anak sekolah. Beberapa petugas terlihat sibuk mengatur lalu lintas agar kemacetan tidak semakin meluas.
Antrean kendaraan yang menggunakan badan jalan protokol ini jelas menghambat kelancaran perjalanan pengguna jalan lainnya. Warga pun mengaku sangat terganggu dengan kondisi tersebut.
“Benar, sudah beberapa hari ini terjadi antrean kendaraan sehingga kondisi jalan menjadi macet. Ini sangat mengganggu, terutama untuk anak-anak sekolah,” ujar Asep, salah seorang warga Surade, Minggu (14/12/2025).
Menanggapi kondisi itu, petugas SPBU Cimaja, Elan, menjelaskan bahwa SPBU Cimaja setiap hari mulai beroperasi pukul 06.00 WIB. Namun, kuota BBM jenis solar yang diterima sangat terbatas.
“Kami buka setiap hari dari jam enam pagi. Tapi kuota solar dibatasi hanya sekitar 8.000 liter per hari, itu juga rata-rata hanya cukup untuk satu hari,” kata Elan. Ia mengaku kebingungan menghadapi lonjakan antrean kendaraan.
“Ya gimana atuh, bingung. Coba tanya ke SPBU Cirangkong,” tambahnya.
Sementara itu, Egi, salah seorang petugas SPBU Cirangkong, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait antrean panjang di SPBU Cimaja. Menurutnya, keterbatasan jumlah SPBU penyedia solar di wilayah Sukabumi Selatan menjadi penyebab utama penumpukan kendaraan.
“Memang untuk daerah selatan ini hanya ada dua SPBU yang menyediakan solar, yaitu SPBU Cirangkong dan Cimaja. Jadi kalau salah satu stoknya ada dan yang lain kosong, pasti terjadi penumpukan,” jelas Egi.
Ia menambahkan bahwa saat ini stok solar di SPBU Cirangkong sedang dalam perjalanan karena sebelumnya habis.
“Insyaallah besok sudah ada. Dalam satu minggu kami hanya menerima tiga kali kiriman. Kuotanya sekitar 8 KL saja dan itu rata-rata hanya kuat untuk satu hari,” ujarnya.
Egi juga menyebutkan bahwa pihak SPBU tengah menunggu arahan dari Pertamina agar distribusi solar ke wilayah selatan bisa dilakukan setiap hari.
“Kami berharap ada kebijakan dari Pertamina supaya pengiriman bisa dilakukan setiap hari, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan di SPBU, ” katanya.
Kondisi ini memunculkan harapan dan desakan dari masyarakat agar kuota BBM jenis solar untuk wilayah Sukabumi Selatan, khususnya Pajampangan, dapat ditambah. Penambahan kuota dinilai penting untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan BBM, menjaga kelancaran arus lalu lintas, serta mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat setempat.
Warga berharap pemerintah dan Pertamina segera mengambil langkah konkret agar persoalan antrean BBM dan kemacetan di jalur vital Surade–Ujunggenteng tidak terus berulang.






