Banjir dan Longsor Landa Simpenan, Sejumlah Rumah dan Akses Jalan Terdampak

LINGKARPENA.ID | Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Simpenan pada Kamis (4/12/2025) sekitar pukul 17.00 WIB memicu bencana banjir dan longsor di beberapa desa. Berdasarkan laporan resmi BPBD Kabupaten Sukabumi melalui P2BK Simpenan pada Jumat (5/12/2025), peristiwa tersebut menyebabkan pemukiman warga terendam dan akses jalan terganggu.

 

Sejumlah titik terdampak banjir berada di Kampung Ciwaru Girang, RW 03, Desa Loji, yang menggenangi empat rumah warga milik Enut, Ismail, Jajat, dan Saman.

 

Selain banjir, longsor juga terjadi pada ruas Jalan Bagbagan–Mekarasih, tepatnya di Kampung Cipicung RT 12 RW 03, Desa Mekarasih. Material longsor menutupi jalan kabupaten dengan ukuran tinggi 2 meter, lebar 5 meter, dan tinggi tebing 20 meter. Meski demikian, kendaraan roda dua dan empat sudah kembali dapat melintas setelah dilakukan pembersihan secara manual oleh warga.

Baca juga:  Jalan di Selatan Sukabumi Dua Kali Kena Longsor Disorot Warga

 

Fasilitas umum berupa jembatan turut terdampak. Di Desa Cidadap, jembatan penghubung Kampung Binakarya RT 05 RW 10 menuju Kampung Simpenan RT 04 RW 12 mengalami kerusakan dengan ukuran panjang 6 meter dan lebar 3 meter. Sementara itu, di Desa Loji, Jembatan Naringgul yang menghubungkan Kampung Babakan Astana–Kampung Naringgul–Kampung Sawah Bera Cipicung juga terdampak. Jembatan ini memiliki panjang 15 meter dan lebar 3 meter.

Baca juga:  Geger! Warga Cigadog Sukabumi Ditemukan Gantung Diri di Toilet Rumah Mertua

 

Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, aktivitas dan mobilitas warga sempat terhambat akibat kondisi jalan dan jembatan yang terdampak.

 

Petugas P2BK Simpenan, perangkat desa, RT/RW, hingga unsur Forkopimcam telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan. Tim juga melakukan pendataan serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan karena wilayah telah memasuki musim penghujan.

 

P2BK Simpenan, Dandi Sulaeman, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan terkait penanganan lanjutan.

 

“Kami langsung melakukan assessment ke lokasi kejadian sejak pagi. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah desa, RT/RW, serta menghimbau warga agar tetap waspada karena potensi bencana di musim hujan cukup tinggi,” ujar Dandi kepada lingkarpena. id, Jumat ( 5/12/2025 ).

Baca juga:  Pelajar SD Meregang Nyawa di Kolam Renang di Sukabumi

 

Ia menambahkan bahwa kebutuhan mendesak saat ini yaitu material bronjong untuk memperkuat titik rawan longsor. Sementara kondisi jembatan di beberapa lokasi saat ini tengah diperbaiki secara gotong royong oleh masyarakat.

 

Cuaca di lokasi pada Jumat (5/12) dilaporkan cerah, sehingga mempermudah proses pemeriksaan dan pembersihan material.

 

Unsur yang hadir di lokasi penanganan antara lain Forkopimcam Simpenan, P2BK Simpenan, Satpol PP, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, serta masyarakat setempat.

Pos terkait