LINGKARPENA.ID | Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Sukabumi pada Senin (29/12/2024) siang memicu dua kejadian bencana sekaligus, yakni banjir limpasan di Kecamatan Warudoyong dan longsor dapuran bambu di Kecamatan Citamiang. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi langsung turun ke lapangan untuk melakukan penanganan dan assessment.
Peristiwa banjir limpasan terjadi di Jalan Cikujang, Kampung Cikujang RT 01 RW 14, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, sekitar pukul 13.30 WIB. Banjir tersebut menggenangi satu unit rumah milik Bu Hilda yang dihuni oleh satu kepala keluarga dengan empat jiwa.
Berdasarkan hasil assessment di lapangan, banjir limpasan disebabkan oleh tersumbatnya saluran air. Selain itu, aliran drainase di lokasi tersebut tertutup bangunan di bagian atasnya, sehingga aliran air tidak berjalan normal. Akibatnya, air meluap melalui sela-sela lantai dan masuk ke dalam rumah hingga menggenangi seluruh ruangan.
“Penanganan sementara yang dilakukan tim adalah membongkar sebagian saluran air untuk membuka kembali aliran yang tersumbat, agar air tidak kembali meluap ke rumah warga,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yosep Sabaruddin, dalam keterangan tertulisnya.
Masih di hari yang sama, sekitar pukul 15.00 WIB, longsor dapuran bambu terjadi di Jalan Assalam, Kampung Babakan Bandung RT 04 RW 03, Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang. Hujan deras menyebabkan tanah tebing tergerus dan membawa material dapuran bambu yang kemudian menimpa dua unit rumah warga.
Rumah pertama milik Ibu Tini yang dihuni satu kepala keluarga dengan dua jiwa mengalami kerusakan di bagian belakang rumah dan dikategorikan rusak sedang. Sementara rumah kedua milik Ibu Ika mengalami kerusakan ringan pada bagian atap. Selain itu, satu unit rumah milik Mama Maryamah yang dihuni dua kepala keluarga dengan total enam jiwa berada tepat di bawah area dapuran bambu dan dinyatakan terancam karena masih rawan longsor. Luas area terdampak diperkirakan mencapai panjang 5 meter.
“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di dekat tebing dan aliran air. Untuk sementara, warga terdampak telah mengungsi ke rumah kerabat terdekat demi keselamatan,” kata Yosep.
BPBD Kota Sukabumi terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah penanganan lanjutan, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.






