Bappelitbangda: Menanamkan Semangat Juang dalam Arah Pembangunan Sukabumi

LINGKARPENA.ID | Upacara peringatan Hari Juang Siliwangi Tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 2025 berlangsung penuh kekhidmatan di Lapangan Palagan Perjuangan Bojongkokosan, Kamis (11/12/2025). Lapangan bersejarah yang menjadi saksi perlawanan para pejuang itu kembali menjadi ruang refleksi kolektif, tempat nilai-nilai perjuangan dihidupkan dan dimaknai ulang dalam konteks kekinian.

Peringatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran TNI-Polri, kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen undangan lainnya. Seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan sarat nuansa nasionalisme, menegaskan bahwa semangat juang Siliwangi masih relevan sebagai inspirasi pembangunan daerah.

Di tengah jalannya upacara, perhatian mengarah pada pandangan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Sukabumi, Toha Wildan Athoilah. Ia menekankan bahwa peringatan Hari Juang Siliwangi tidak boleh berhenti pada rutinitas seremonial semata, melainkan harus menjadi momen perenungan mendalam yang memberi arah bagi kebijakan pembangunan.

Baca juga:  Pemdes Cipamingpis Bidik Curug Sawer Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Menurutnya, nilai-nilai perjuangan para pahlawan merupakan warisan penting yang semestinya terintegrasi dalam setiap tahapan perencanaan pembangunan daerah. Semangat pengabdian yang lahir dari rakyat, bergerak bersama rakyat, dan ditujukan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, dinilai sejalan dengan prinsip pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

“Toha Wildan menyampaikan bahwa pembangunan yang dirancang tanpa ruh perjuangan akan kehilangan makna. Karena itu, setiap kebijakan dan program harus mencerminkan keberpihakan kepada masyarakat, serta dilandasi oleh semangat pengorbanan dan ketulusan sebagaimana dicontohkan para pejuang,” ujarnya dalam kesempatan tersebut.

Ia juga menuturkan bahwa Bappelitbangda Kabupaten Sukabumi terus berupaya mendorong lahirnya inovasi pembangunan yang tidak hanya berfokus pada fisik dan infrastruktur, tetapi juga pada pembentukan karakter masyarakat. Pelestarian nilai sejarah, budaya lokal, serta jejak perjuangan dinilai penting sebagai fondasi moral bagi generasi masa kini dan mendatang.

Baca juga:  Viral Video Kerumunan Wisatawan di Palabuhanratu, Petugas Langsung Bubarkan Massa

“Perencanaan pembangunan yang kuat adalah perencanaan yang membumi. Ia berakar pada sejarah lokal, memahami jati diri daerah, dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Toha Wildan.

Sementara itu, Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Agung Ariwibowo, dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menerjemahkan semangat juang Siliwangi ke dalam tindakan nyata. Ia menekankan bahwa cita-cita mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang mubarakah membutuhkan keterlibatan dan kontribusi aktif dari semua pihak.

Menurut Dandim, semangat perjuangan tidak hanya tercermin dalam sejarah peperangan, tetapi juga dalam kerja sehari-hari, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Aparatur pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh unsur masyarakat diharapkan mampu menjadikan nilai juang sebagai etos kerja.

Baca juga:  Sabu Senilai 29 Milyar Digagalkan Polisi di Sukabumi

Dalam pesannya, Dandim menyoroti empat hal utama yang perlu terus diaktualisasikan. Pertama, menjaga persatuan dan kesatuan sebagai modal dasar pembangunan. Kedua, mendorong lahirnya inovasi dan prestasi di berbagai bidang. Ketiga, menghadirkan pelayanan publik yang prima dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Keempat, menjaga dan melestarikan sejarah perjuangan agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

“Momentum Hari Juang Siliwangi ini hendaknya menjadi pemantik tumbuhnya rasa cinta tanah air, sekaligus memperkuat kesadaran akan tanggung jawab kita sebagai warga negara,” tutupnya.

Melalui peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus menanamkan nilai-nilai perjuangan dalam setiap langkah pembangunan, sehingga kemajuan daerah tidak hanya diukur dari capaian fisik, tetapi juga dari kokohnya karakter dan jati diri masyarakatnya.

Editor : Redaksi

Pos terkait