Bekas Galian Pasir Disulap Jadi Surga Pemancing di Kampung Cipaku Sukabumi

FOTO: Danau kecil bekas galian pasir yang disulap menjadi danau tempat pemancingan di Kampung Cipaku Desa Ujunggenteng, Ciracap Sukabumi. [dok. Jajang S.]

LINGKARPENA.ID | Kampung Cipaku, Desa Ujunggengeng, Kabupaten Sukabumi, kini menjelma menjadi salah satu tujuan favorit para penghobi mancing. Sejumlah danau kecil bekas galian pasir yang tersebar di kawasan tersebut dimanfaatkan oleh pemilik lahan sebagai spot pemancingan rakyat dengan biaya terjangkau dan suasana alam yang masih asri.

Danau-danau bekas galian pasir itu sengaja dibiarkan terisi air dan dikelola secara sederhana sebagai tempat memancing. Meski fasilitasnya minim, spot pemancingan Cipaku justru memiliki daya tarik tersendiri karena menawarkan sensasi mancing alami dengan panorama pesisir dan semilir angin laut.

Untuk bisa memancing di lokasi ini, pemancing hanya perlu membayar Rp20 ribu per orang dengan durasi mancing seharian penuh. Harga tersebut dinilai relatif murah jika dibandingkan dengan sejumlah kolam pemancingan komersial di wilayah lain.

Baca juga:  ABK Bahari Expres 01 yang Hilang di Laut Ujunggenteng Ditemukan di Perairan Rancecet Pandeglang Banten

“Ikan di sini juga beragam, bukan cuma satu jenis,” kata Hasan, warga asal Kecamatan Cimanggu, saat ditemui di sela-sela aktivitas memancingnya.

Di spot pemancingan Cipaku, pemancing bisa mendapatkan berbagai jenis ikan air tawar, mulai dari ikan nila, mujair, bawal, ikan mas, hingga ikan gabus. Sementara untuk umpan, para pemancing biasanya menggunakan pelet, lumut, udang segar, hingga cacing merah.

Hasan mengaku sudah rutin memancing di kawasan tersebut. Menurutnya, kubangan bekas galian pasir di Cipaku menjadi alternatif pilihan untuk menyalurkan hobi memancing tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

“Seminggu sekali saya selalu datang ke sini. Selain murah meriah, spot ini juga menjanjikan. Kadang dapat, kadang zonk, tapi justru itu seninya mancing,” ujar Hasan sambil tersenyum.

Baca juga:  Hari Pertama Ops Patuh Lodaya, Ratusan Pelanggar Lalulintas di Kota Sukabumi Ditindak ETLE

Hal senada disampaikan Aden Bewok, pemancing asal Kecamatan Jampangkulon. Ia bahkan mengaku kerap memancing pada malam hari dan bermalam di lokasi demi mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

“Spot ini lumayan menjanjikan, asal kita kerasan dan mau bersabar. Saya sering mancing malam hari, hasilnya lumayan. Biasanya gabus atau bawal yang naik,” ungkap Aden.

Menurut Aden, suasana malam di kawasan Cipaku cukup tenang dan mendukung aktivitas memancing. Suara angin pesisir dan riak air danau justru menambah sensasi tersendiri bagi para pemancing yang gemar berburu ikan pada malam hari.

Lokasi pemancingan di Kampung Cipaku sendiri cukup banyak, tersebar di sejumlah titik bekas galian pasir. Letaknya sekitar 1,5 kilometer dari kawasan wisata Ujunggengeng, sehingga mudah dijangkau oleh pemancing lokal maupun dari luar daerah.

Baca juga:  Kabar Tiga Anak Hilang di Ciracap Sempat Hebohkan Warga, Begini Kronologinya

Bagi penghobi yang ingin mencoba peruntungan di spot Cipaku, tidak ada prosedur rumit. Pemancing cukup datang ke lokasi, memilih kubangan yang diinginkan, lalu memancing sambil menikmati suasana alam. Pengelolaan dilakukan secara sederhana, bahkan pembayaran biasanya dipungut langsung di lokasi.

“Kadang lagi mancing tiba-tiba didatangi anak perempuan yang memungut bayaran. Ya tinggal bayar saja, tidak ribet,” ujar salah seorang pemancing.

Dengan biaya murah, pilihan ikan yang beragam, serta suasana alam yang masih alami, spot pemancingan bekas galian pasir di Kampung Cipaku menjadi magnet tersendiri bagi para penghobi mancing. Tak heran jika kawasan ini perlahan dikenal sebagai surga mancing rakyat di pesisir Kabupaten Sukabumi.

Pos terkait