Bocah 4 Tahun Tewas Terseret Arus Selokan di Kalibunder

FOTO: Para petugas saat berada di TKP Selokan yang menewaskan bocah perempuan 4 tahun di Kalibunder, Sukabumi, Senin (6/4).[dok.ist]

LINGKARPENA.ID | Peristiwa tragis terjadi di Kampung Neglasari, Desa Kalibunder, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi, Senin (6/4/2026) sore. Seorang balita perempuan berusia 4 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah diduga terpeleset dan terseret arus parit saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

 

Korban diketahui bernama Keysa, warga setempat. Insiden terjadi sekitar pukul 15.10 WIB ketika korban tengah bermain bersama teman-temannya di sekitar lingkungan rumah. Saat itu, kondisi hujan deras membuat debit air di parit meningkat drastis, dengan aliran cukup deras di jalur yang menurun.

 

Berdasarkan keterangan saksi, korban ditemukan dalam kondisi terapung di parit dengan posisi terlentang. Warga yang melihat kejadian tersebut langsung berupaya melakukan pertolongan.

Baca juga:  Dua Mayat Besimbah Darah Ditemukan di Ujunggenteng, Diduga Korban Pembunuhan

 

“Saksi langsung turun ke parit untuk menyelamatkan korban yang saat itu sudah dalam kondisi terapung,” ujar Kapolsek Kalibunder, AKP Dodi Irawan, SH saat dikonfirmasi lingkarpena. id, Senin ( 6/4/2026 )

 

Setelah berhasil dievakuasi, korban segera dibawa oleh warga bersama pihak keluarga ke Puskesmas Kalibunder untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setibanya di lokasi, tim medis menyatakan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

 

Kapolsek menjelaskan, berdasarkan hasil penanganan di lapangan, korban diduga terpeleset saat bermain di sekitar parit yang penuh air hujan dan memiliki kemiringan cukup curam, sehingga terseret arus hingga sejauh kurang lebih 150 meter dari titik awal kejadian.

Baca juga:  Niat Perbaiki Pos Ronda, Kakek Tewas Tersengat Listrik

 

“Kejadian ini diduga akibat korban terpeleset saat bermain di dekat parit dalam kondisi hujan deras, sehingga terbawa arus air,” ungkap AKP Dodi Irawan.

 

Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait, mengevakuasi korban ke rumah duka, serta meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian.

 

Baca juga:  Kebakaran Ruko Grosir di Sukalarang, Kerugian Capai Rp900 Juta

Dari hasil penanganan, diketahui bahwa saat kejadian korban bermain tanpa pengawasan orang tua di sekitar parit yang berada tidak jauh dari rumahnya. Selain itu, pihak keluarga korban juga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

 

“Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi,” tutup Kapolsek.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat musim hujan, serta memastikan anak-anak selalu dalam pengawasan ketika bermain di area yang berpotensi membahayakan.

 

Pos terkait