LINGKARPENA.ID | Warga Desa Mekarmukti Kecamatan Waluran dan Warga Desa Sirnasari Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi, mengapresiasi tim Sasaka yang kini mulai membangun jembatan gantung yang terletak di Kampung Citamiang, Desa Mekarmukti.
Jembatan gantung itu merupakan akses vital bagi masyarakat di dua desa tersebut. Jembatan sering digunakan warga sebagai akses jalan pertanian, perekonomian, pendidikan serta layanan kesehatan.
Pada Desember 2024 jembatan gantung Citamiang ini hancur disapu banjir, lalu dibangun kembali oleh sebuah yayasan. Namun saat banjir pada 6 Maret 2025 menerjang Kampung Citamiang jembatan itu kembali hancur.
“Rusaknya jembatan Citamiang terasa sekali dampaknya bagi warga. Kami benar benar terhambat untuk beraktivitas, terutama bagi warga yang memiliki ladang pesawahan di seberang jembatan. Dan yang paling terdampak adalah para pelajar yang bersekolah di kampung sebelah,” ujar Dedi Darusalam salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Setelah melalui proses panjang ahirnya jembatan gantung yang menjadi urat nadi kehidupan masyatakat itu mendapat perhatian serius dari Sasaka, salah satu anak perusahaan Yayasa Sinergi Foundatio dan pada Selasa (10/6/2025) dimulailah pengerjaan pembangunannya.
Abdul Rahman, perwakilan dari Sasaka mengungkapkan, proses pembangunan jembatan gantung tersebut cukup panjang dan bertahap.
“Alhamdulillah hari ini kami bisa melaksanakan pembangunan jembatan gantung di Kampung Citamiang. Berkat dorongan doa dari masyarakat dan dukungan dari pemerintah setempat, jembatan gantung ini merupakan yang pertama kami bangun di wilayah Kecamatan Waliran,” ujarnya.
Dipaparkan Abdul Rahman, pembangunan jembatan gantung penghubung Desa Sirnasari kecamatan Surade dengan Desa Mekarmukti Kecamatan Waluran ini anggrannya bersumber dari penghimpunan zakat karyawan dan perusahaan Brilian.
“Dananya dari dana penghimpunan zakat karyawan dan perusahaan Brilian yang dihimpun oleh Yayasan Baitul Mal BRI atau Brilian,” tambahnya.
Sasaka berpesan agar nanti kedepannya setelah jembatan tersebut selesai dibangun diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan dan merawat jembatan tersebut dengan baik.
“Kami berharap masyarakat bisa merawatnya. Dan jika terjadi kerusakan, untuk kerusakan skala kecil masyarakat bisa langsung melakukan perbaikan, namun untuk kerusakan berat bisa melaporkan kepada kami, nanti ada tim yang menanganinya,” pungkaa Abdul Rahman.






