LINGKARPENA.ID | Peringatan Hari AIDS Tingkat Kabupaten Sukabumi berlangsung meriah dan penuh semangat kolaborasi. Kegiatan ini menghadirkan ratusan relawan dari berbagai unsur, mulai dari pelajar, para ulama, kalangan akademisi, hingga tenaga medis. Seluruh elemen masyarakat kompak bergerak untuk memperkuat edukasi pencegahan HIV/AIDS.
Bupati Kabupaten Sukabumi, Asep Japar, menyampaikan bahwa upaya menghadapi HIV/AIDS tidak dapat dilakukan sendirian, melainkan membutuhkan keterlibatan semua pihak secara berkelanjutan.“Mudah-mudahan Sukabumi bebas HIV/AIDS. Itu harapan saya ke depan,” ujar Bupati, Sabtu (6/12/2025) digedung pendopo.
Ia menegaskan bahwa edukasi tidak boleh berhenti hanya pada peringatan Hari AIDS, tetapi harus terus digencarkan melalui relawan di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi.
“Kita akan tetap melakukan sosialisasi melalui para relawan dan petugas untuk mencegah terjadinya penularan HIV/AIDS. Insyaallah, dengan dukungan dan kolaborasi seperti ini, risiko akan berkurang,” tambahnya.
Bupati juga mengungkapkan bahwa di Kabupaten Sukabumi terdapat sekitar 200 lebih kasus HIV/AIDS. Namun sebagian besar merupakan penderita lama yang kini sedang menjalani pengobatan.
“Alhamdulillah ada yang sudah sembuh. Dengan dukungan bersama seperti saat ini, kita berharap angka kasus akan terus menurun,” ucapnya.
Pemkab Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dari pendidikan, keagamaan, kesehatan, hingga masyarakat umumagar stigma terhadap penderita HIV/AIDS dapat hilang sekaligus mendorong masyarakat lebih peduli terhadap pola hidup sehat.
Editor : Redaksi






