LINGKARPENA.ID | Camat Purabaya, Kabupaten Sukabumi, Sri Yulianti, lakukan kunjungan ke warga terdampak bencana pergerakan tanah di Desa Ciharashas, Desa Cicukang dan Desa Citamiang, Kecamatan Purabaya, Sabtu (7/12/2024).
Kunjungan Camat Purabaya ke tiga desa terdampak bencana itu didampingi Forkopimcam. Dalam kunjungan itu Forkopimcam sekaligus memberikan bantuan sosial kemanusiaan berupa paket sembako kepada warga korban bencana.
“Ya kemarin kami bersama forkopimcam berkunjung dan memberikan bantuan kepada warga terdampak yang ada diluar lokasi pengungsian. Di Purabaya banyak warga korban terdampak pergeseran tanah, ada tiga desa, Ciharashas, Desa Cicukang, dan Desa Citamiang. Disana banyak warga yang terdampak,” ujar Sri Yuliani kepada lingkarpena.id, Minggu ( 08/12/2024 ).
Lanjut, kata Sri, saat bencana menerjang sebagian wilayah Kecamatan Purabaya, di Desa Ciharashas banyak warga yang rumahnya rusak berat karena ada pergerakan tanah. ” Hari Sabtu kemarin Kami ke sana untuk memberikan bantuan dari para donatur,” ujarnya.
Diakui Camat Purabaya, Sri Yuliani, bantuan untuk korban terdampak bencana pergerakan tanah di wilayahnya meskipun terbatas tetap disalurkan dengan memprioritaskan para pengungsi kategori rentan.
“Para pengungsi yang lebih rentan, seperti lansia, ibu hamil, dan mereka yang sedang sakit, menjadi prioritas dalam pendistribusian bantuan,” tegas Sri Yuliani kepada awak media.
Diberitakan sebelumnya, Kecamatan Purabaya pada Rabu, 4 Desember 2024 diterjang bencana tanah longsor, banjir, dan pergerakan tanah di berapa titik.
Guyuran hujan berdurasi lama yang terjadi di wilayah Purabaya memicu terjadinya luapan air Sungai Cibening. Akibatnya puluhan hektare sawah warga di Kampung Bojongsari, Kampung Muara, Kampung Lembur Tengah, terendam luapan air Sungai Cibening.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan, Yanto Prayitno dalam laporan tertulisnya mengungkapkan, akibat hujan pada Kamis, 4 Desember 2024, sebagian wilayah Kecamatan Purabaya mengalami bencana, Yanah longsor, banjir dan pergerakan tanah.
Berikut data wilayah bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Purabaya, antara lain di kampung Bojon Waru, Desa Purabaya. Disana 4 hektar pesawahan yang baru ditanam hancur. Di Kampung Muara lima rumah warga terendam sebatas pinggang orang dewasa. Di Kampung Lembur Tengah terdapat 100 KK 350 jiwa harus dievakuasi karena rumahnya terendam banjir.
“Pasar Purabaya Terendam Sebatas dada orang dewasa sehingga arus lalu lintas tidak bisa dilalui oleh kendaraan baik Kendaraan Roda dua dan roda empat. Di Desa Neglasari tepatnya di Kampung Miramontana 92 jiwa terdampak banjir. Lalu di Kampung Legok ada 16 KK terdampak banjir,” ujar Yanto.
Sementara pergerakan tanah yang terjadi di wilayah Kecamatan Purabaya terdapat di beberapa titik, antara lain di Kampung Nangewer RT 48, 49. Disana terdapat 375 warga terdampak. Di Kampung Jabut RT 47/07 di sana warga terdapam sebanyak 202 jiwa. Lalu di Kampung Ciputat dan Kampung Karikil ada 320 jiwa terdampak.
Dalam kunjungannya di tiga Desa terdampak bencana Camat Purabaya Sri Yuliani menghimbau kepada warga agar selalu tetap waspada.
“Apabila situasi turun hujan disarankan warga untuk menjauhi lokasi dimana terdapat pergerakan tanah. Pada situasi itu warga dihimbau untuk tidak memikirkan harta, pentingkan dulu keselamatan jiwa. Dan kepada warga korban bencana jangan kuatir, kerugian akan ditanggung pemerintah tetapi sesuai aturan,” pungkas Sri.






