LINGKARPENA.ID | Kebakaran yang melanda kawasan Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026), mengundang respons cepat dari berbagai unsur. Dipimpin Danramil 2201/Cisolok Kapten Arm Rohyadi, personel TNI bersama Polri, Forkopimcam, Dinas Pemadam Kebakaran, pemerintah desa, relawan, dan warga bergerak serentak melakukan pemadaman serta penyelamatan.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.45 WIB itu diduga dipicu korsleting listrik. Dalam hitungan menit, api membesar dan menyapu kawasan permukiman di lingkungan kasepuhan sehingga mengancam rumah-rumah warga lainnya.
Mendapat laporan kejadian, Kapten Arm Rohyadi langsung mengoordinasikan pengerahan personel Koramil 2201/Cisolok ke lokasi. Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi juga menerjunkan mobil pemadam kebakaran untuk memperkuat armada yang telah dikerahkan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi.
Sekitar pukul 15.15 WIB, dua unit armada Damkar Kabupaten Sukabumi bersama satu unit mobil pemadam milik Kodim tiba di lokasi. Dengan dukungan personel gabungan, proses pemadaman dilakukan secara intensif agar api tidak terus merambat ke bangunan lain.
“Begitu menerima informasi, kami langsung bergerak ke lokasi bersama seluruh unsur. Prioritas kami adalah menyelamatkan masyarakat, membantu proses pemadaman, serta memastikan situasi tetap aman dan terkendali,” kata Danramil 2201/Cisolok Kapten Arm Rohyadi.
Menurutnya, penanganan bencana tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kekompakan seluruh elemen.
“Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, Damkar, relawan, dan masyarakat menjadi kekuatan utama. Alhamdulillah seluruh unsur bergerak cepat sehingga upaya pengendalian api bisa segera dilakukan,” ujarnya.
Di lapangan, personel TNI tidak hanya membantu memadamkan api, tetapi juga mengamankan lokasi, mengatur akses kendaraan pemadam, membantu evakuasi warga, serta mendukung pendataan awal terhadap dampak kebakaran.
Hingga sore hari, petugas masih melakukan proses pendinginan dan asesmen. Belum ada laporan korban jiwa, sedangkan jumlah bangunan terdampak maupun nilai kerugian masih dihitung oleh tim gabungan.
Kapten Arm Rohyadi mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah musim kemarau yang membuat api lebih mudah menyebar.
“Musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran. Kami mengajak masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik dan segera melapor apabila menemukan tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” pungkasnya.






