LINGKARPENA.ID | Pendopo Sukabumi menjadi titik awal babak baru penguatan perencanaan pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Sukabumi secara resmi mengumumkan transformasi kelembagaan strategis yang ditandai dengan pengukuhan dan pengambilan sumpah jabatan manajerial oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Kamis (8/1/2026).
Di balik prosesi tersebut, tersimpan agenda besar reformasi birokrasi, salah satunya perubahan nomenklatur Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida).
Sekretaris BKPSDM Kabupaten Sukabumi, Ganjar Anugrah, menjelaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan reposisi fungsi kelembagaan agar lebih relevan dengan tantangan pembangunan ke depan.
“Transformasi menjadi Baperida menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat perencanaan berbasis riset dan inovasi. Ini adalah bagian dari pembaruan struktur agar organisasi lebih lincah dan adaptif,” ujarnya.
Ganjar menambahkan, penyesuaian akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tata kerja, peningkatan kapasitas aparatur, hingga penguatan kolaborasi antarperangkat daerah. Menurutnya, struktur yang tepat akan mempercepat pengambilan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami mendukung penuh arah kebijakan Bupati Sukabumi dalam membangun tata kelola pemerintahan yang modern dan berorientasi hasil,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Sukabumi, Ir. Toha Wildan Athoilah, menilai perubahan menjadi Baperida sebagai momentum penting dalam meningkatkan kualitas pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa perencanaan ke depan tidak lagi bisa dilepaskan dari data yang kuat dan kajian ilmiah yang terukur.
“Baperida hadir untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan disusun berdasarkan data, riset, dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan riil daerah,” kata Toha.
Menurutnya, langkah ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang mendorong pemerintah daerah lebih responsif terhadap dinamika pembangunan. Dengan integrasi fungsi riset dan inovasi, proses perencanaan diharapkan menjadi lebih tajam dan berkelanjutan.
“Ini fondasi penting agar pembangunan Kabupaten Sukabumi lebih terarah, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (adv).






