LINGKARPENA.ID | Seorang warga Kampung Pasirbitung, Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, bernama Mahpud (43), mengalami luka serius setelah diduga diserang tetangganya menggunakan senjata tajam jenis (golok) pada Minggu (18/10/2026). Insiden terkonfirmasi terjadi sekitar pukul 06.00 WIB.
Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami sejumlah luka bacokan di bagian tangan, pipi, dada dan kepala. Kondisinya yang cukup serius membuat korban harus mendapatkan penanganan medis intensif hingga menjalani perawatan di RSUD R. Syamsudin, S.H., Kota Sukabumi.
Sekretaris Desa Mekartanjung, Taofik Abdulah, membenarkan kejadian tersebut. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, ia menyampaikan bahwa korban mengalami luka cukup parah hingga harus mendapatkan puluhan jahitan.
“Korban mengalami luka-luka serius akibat bacokan senjata tajam. Informasi yang kami terima, luka yang dialami korban sampai harus mendapatkan sekitar 50 jahitan,” ujar Taofik kepada lingkarpena.id Minggu (18/10/2026).
Ia menjelaskan, setelah kejadian, korban sempat dibawa ke puskesmas setempat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Selanjutnya, korban dirujuk ke RSUD Sagaranten. Namun, karena kondisi luka yang dialaminya membutuhkan penanganan lebih lanjut, korban kemudian dibawa ke RSUD R. Syamsudin, S.H., Kota Sukabumi.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula ketika korban hendak menemui orangtuanya yang sedang melakukan renovasi rumah pada Minggu pagi. Saat melintasi pekarangan yang disebut sebagai milik terduga pelaku, korban mendapati sebuah pohon kapol yang menghalangi jalan.
Korban kemudian memangkas pohon tersebut agar tidak menghalangi akses jalan. Namun, tidak berselang lama, ketika korban berada di rumah orangtuanya, seorang pria berinisial M (48) yang merupakan tetangganya datang sambil membawa golok.
Terduga pelaku kemudian diduga menyabetkan senjata tajam tersebut ke tubuh korban hingga mengakibatkan sejumlah luka serius.
“Korban dan terduga pelaku masih memiliki hubungan saudara. Rumah keduanya juga berdekatan,” kata Taofik.
Usai kejadian, terduga pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani penanganan lebih lanjut. Sementara itu, terkait dugaan kondisi kejiwaan terduga pelaku, Taofik menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang diketahuinya, kondisi yang bersangkutan terkadang terlihat normal, tetapi pada waktu tertentu disebut mengalami kekambuhan. Meski demikian, kondisi tersebut masih memerlukan kepastian dari pihak yang berwenang.
Di sisi lain, keluarga korban kini menghadapi kesulitan dalam memenuhi biaya pengobatan selama korban menjalani perawatan di rumah sakit. Pemerintah Desa Mekartanjung pun tengah berupaya mencari solusi agar korban dapat memperoleh penanganan medis yang dibutuhkan.
Peristiwa ini menjadi perhatian pemerintah desa, terutama terkait kondisi korban yang mengalami luka serius dan kebutuhan biaya perawatan. Diharapkan, penanganan terhadap korban dapat berjalan dengan baik, sementara proses hukum terhadap dugaan tindak pidana tersebut ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak kepolisian mengenai kronologi versi penyidik maupun motif dugaan penyerangan tersebut.






