LINGKARPENA.ID | Memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang jatuh setiap tanggal 5 November, Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran dalam menjaga kelestarian lingkungan, terutama ekosistem perairan yang menjadi habitat berbagai jenis ikan, tumbuhan air, dan biota lainnya.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, A.Pi., M.P., menuturkan bahwa puspa dan satwa air memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam serta mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan.
“Menjaga ekosistem perairan berarti menjaga kehidupan. Kesehatan ikan, terumbu karang, dan tumbuhan air sangat dipengaruhi oleh kepedulian kita terhadap kebersihan dan keseimbangan lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah ancaman seperti pencemaran air, penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, serta kerusakan habitat menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama. Jika dibiarkan, hal itu dapat berdampak langsung pada menurunnya produktivitas perikanan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Perikanan terus menggencarkan program edukasi, konservasi, dan pelestarian berbasis masyarakat. Program ini bertujuan membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga keberlanjutan ekosistem laut maupun perairan darat adalah tanggung jawab bersama.
“Pelestarian puspa dan satwa air harus menjadi gerakan bersama. Melalui partisipasi aktif masyarakat, kita dapat mewujudkan perikanan yang berkelanjutan sekaligus menjaga keindahan alam Sukabumi,” tambah Sri Padmoko.
Dengan mengusung semangat “Sukabumi Mubarokah”, Sri Padmoko berharap peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional tahun ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mencintai, melestarikan, dan melindungi kekayaan hayati perairan.
“Langkah kecil seperti tidak membuang sampah ke sungai atau laut, menjaga sumber air tetap bersih, dan mendukung kegiatan konservasi, akan memberi dampak besar bagi masa depan lingkungan serta ketahanan pangan di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.






