Disdagin Sukabumi Genjot IKM Kopi, Targetkan Produksi 3 Ton per Hari

LINGKARPENA.ID | Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi terus mendorong pertumbuhan Industri Kecil Menengah (IKM), khususnya di sektor kopi, sebagai salah satu upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui pendampingan, bantuan fasilitas, hingga perluasan akses pasar, Disdagin menargetkan Sukabumi mampu memenuhi kebutuhan konsumsi kopi lokal yang mencapai 3 ton per hari.

Kepala Disdagin Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni, menegaskan bahwa komoditas kopi memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penopang ekonomi daerah. Produksi kopi di Kabupaten Sukabumi sendiri mencapai 700 ton per tahun, namun sebagian besar hasil panen masih keluar daerah.

Baca juga:  Geliat IKM di Purabaya Sukabumi, Camat Mulyadi Berharap Ada SIMAYA Sentra Promosi dan Pemasaran

“Kalau kita asumsikan 10 persen masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi minum kopi, berarti ada sekitar 350 ribu orang. Kalau setiap orang minum satu gelas kopi, kita membutuhkan setidaknya 3 ton kopi per hari,” ujar Dani, Senin (25/8/2025).

Dani menyebut, pihaknya terus berupaya meningkatkan kapasitas produksi pelaku IKM kopi melalui berbagai program, mulai dari pendampingan administrasi, sertifikasi halal, analisis kandungan gizi (AKG), pelatihan soft skill, hingga bantuan mesin produksi. Tujuannya, agar pelaku IKM dapat meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas pasar.

Baca juga:  Roadshow UKW PWI Jabar Angkatan 66, 67 dan 68 Resmi Digelar di Hotel Selabintana

Salah satu contoh keberhasilan pendampingan ini terlihat pada Piro Coffee, IKM kopi yang dikelola Sri di Kecamatan Cicantayan. Sejak 2018, Sri mendapatkan dukungan penuh dari Disdagin, mulai dari sertifikasi halal, pengujian kualitas, hingga bantuan mesin pengolahan kopi.

“Kami fokus membantu IKM agar naik kelas dan mampu bersaing. Harapannya, pasar lokal bisa terpenuhi dari produksi Sukabumi sendiri, sekaligus membuka peluang lebih luas untuk menembus pasar nasional dan internasional,” tambah Dani.

Baca juga:  Disdagin Dorong UMKM Desa Jayanti Manfaatkan Teknologi Digital

Selain pendampingan produksi, Disdagin juga aktif memfasilitasi pemasaran kopi melalui berbagai kanal, termasuk penjualan offline di sentra IKM dan online lewat e-commerce serta platform digital. Dengan strategi ini, Disdagin berharap kopi Sukabumi dapat menjadi salah satu komoditas unggulan yang mengangkat kesejahteraan petani dan pelaku IKM.

“Kami tidak ingin Sukabumi hanya menjadi produsen bahan mentah. Targetnya, kopi lokal kita memiliki nilai tambah dan dikenal luas di pasar,” pungkas Dani.

Reporter : Rizky A
Editor : Redaksi

Pos terkait