LINGKARPENA.ID – Lebih dua tahun Covid-19 mendera sendi-sendi perekonomian warga. Semua sektor bahkan terkena dampak. Porak-poranda.
Beruntung, pemerintah sigap menangani dengan berbagai cara dan upaya penguatan jaring pengaman sosial. Anggaran APBN/APBD pun otomatis nyaris separuhnya dialihkan untuk program penanganan penanggulangan wabah Corona yang membuat heboh dunia.
Hari ini Covid-19 bisa dikatakan sudah dapat diatasi di mana warga masyarakat kembali pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat.
Roda perekonomian terlihat mulai berputar menandai aktivitas masyarakat seperti sediakala, meskipun harus tetap waspada.
Pulihnya keadaan sosial dari pandemi khususnya di Kecamatan Purabaya Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, salah satunya ditandai dengan menggeliatnya sektor perekonomian khususnya di bidang industri kecil dan menengah (IKM).
Camat Purabaya Kabupaten Sukabumi, Mulyadi menengarai hal tersebut saat wawancara dengan media Lingkarpena.id di kantornya, baru-baru ini.
“Ada 180 pelaku IKM di Purabaya. Sudah kami data, setiap desa kami kunjungi. Seperti apa potensinya, kami gali,” tutur Camat Mulyadi, Senin (17/10/2022).

Menurut Mulyadi pelaku industri kecil menengah contohnya yang tengah dikembangkan yakni industri kerajinan batik khas Purabaya. ” Industri kerajinan batik ini cukup unik dan potensial. Bahkan sebagai dukungan pertama kami beli 20 pcs, sebagai promosi. Salah satunya baju batik yang ini saya pakai,” kata Mulyadi.
IKM-IKM yang ada di wilayah Kecamatan Purabaya ini, kata Mulyadi, pada umumnya masih terkendala. Itu dia ketahui setelah dirinya terjun langsung menggali potensi di lapangan. Ada juga seperti IKM kerajinan batu aji (batu akik) di Desa Cimerang yang pemasarannya sudah luar biasa bisa ke manca negara. “Tapi itu pun perlu penguatan promosi,” tegasnya.
Jadi setelah kami terjun langsung menemui para pelaku usahanya, kata Mulyadi, mereka masih terkendala di persoalan pemasaran dan permodalan. Ke depannya diperlukan ada lokasi khusus sentra IKM di Kecamatan Purabaya.
“Ini memang baru konsep, ke depannya harapan kami dapat membentuk SIMAYA atau Sentra Industri Kecil dan Menengah Kecamatan Purabaya,” ungkap Camat Purabaya.
Mulyadi mengatakan, kalau sudah ada SIMAYA, selanjutnya tinggal mengarahkan. Semacam fasilitasi untuk membantu promosi, perluasan jaringan, termasuk pelatihan-pelatihan, teknik pengemasan produk, pembuatan market place secara offline maupun online.
“Tahap kami hari ini baru pendataan, seperti apa peluang dan potensi IKM yang ada di wilayah Kecamatan Purabaya ini. Semoga saja mendapat dukungan semua pihak agar konsep SIMAYA ini dapat segera terwujud,” imbuh Camat.
Dari tujuh desa yang ada di Kecamatan Purabaya yakni Desa Purabaya, Neglasari, Cicukang, Margaluyu, Citamiang, Cimerang, dan Pagelaran memiliki ragam potensinya masing-masing, baik di bidang IKM maupun sektor-sektor lainnya seperti pertanian, perikanan dan pariwisata. Di bidang pariwisata misalnya ada Curug Cirajeg di Desa Neglasari, ada Goa Kembar di Desa Cimerang, dan banyak lagi yang perlu dikembangkan.
Merujuk pada data riset Badan Pusat Statistik (BPS) Purabaya Dalam Angka, secara geografis posisi wilayah Kecamatan Purabaya terletak pada ketinggian 500 – 600 meter diatas permukaan laut.
Dari segi tata letak wilayah Kecamatan purabaya berbatasan dengan Kecamatan Nyalindung di sebelah Utara, Kecamatan Sagaranten di sebelah Selatan, Kecamatan Curugkembar di sebelah Timur, dan di sebelah Barat ada Kecamatan Jampangtengah.
Luas wilayah Kecamatan Purabaya tercatat 10.500 Ha yang terdiri dari tanah sawah 1.232 Ha, luas lahan bukan sawah 8.658 Ha lahan bukan pertanian 581 Ha.
Sebagian besar wilayah desa yang ada di Kecamatan Purabaya terletak di daerah dataran dan lereng /punggung bukit.
Wilayah Kecamatan Purabaya terletak 77 kilometer dari Ibukota Kabupaten Sukabumi, 128 Kilometer dari Ibukota Propinsi Jawa Barat dan 150 Kilometer dari Ibukota Negara.
Secara administratif Kecamatan Purabaya terbagi menjadi tujuh desa, setiap desa terdiri dari beberapa Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW). Kecamatan Purabaya mempunyai 33 Dusun, 47 RW dan 249 RT.
Dengan luas wilayah sebesar 105 kilometer persegi dan jumlah penduduk sebanyak 44.816 orang, tingkat kepadatan penduduk di Kecamatan Purabaya yaitu hanya 427 orang per km2. Jika dilihat menurut desa, maka Desa Margaluyu adalah desa yang memiliki kepadatan penduduk terjarang yaitu sekitar 274 orang per kilometer persegi.
Sebaliknya desa dengan kepadatan penduduk terpadat adalah Desa Purabaya, yaitu kepadatannya 636 orang per kilometer persegi.
Jumlah penduduk terbanyak yakni di Desa Neglasari berjumlah 9.995 orang, disusul Desa Purabaya berjumlah 8.752 orang, kemudian Desa Cimerang 6.765 orang, Desa Cicukang berjumlah 6.125 orang Desa Citamiang berjumlah 5.199 orang Desa Pagelaran berjumlah 4.030 orang, dan Desa Margaluyu sejumlah 3.950 orang.






