Pemkot Sukabumi Gelar Sosialisasi Program Pemeriksaan HIV AIDS bagi Catin dan Jenazah ODHIV

Asisten Daerah (Asda)Bidang Administrasi Umum Setda Kota Sukabumi, Iskandar saat menggelar rapat koordinasi penguatan jejaring dengan tokoh agama soal program P2HIV di Kota Sukabumi, Selasa (25/10/22).| Foto: Istimewa

LINGKARPENA.ID | Guna mencegah terjadinya penyebaran dan menurunkan angka jumlah kasus baru Human Immunodeficiency Virus atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).

Pemerintah Kota Sukabumi melalui Komisi Penanggulangan Aids (KPA) melakukan Sosialisasi Program Pemeriksaan HIV. Sosialisasi bagi Calon Pemhantin (Catin) dan Pemulasaran Jenazah ODHIV digelar di ruang pertemuan Dinas Kesehatan, Kota Sukabumi, Selasa (25/10/22) kemarin.

Menurut Asisten Daerah (Asda)Bidang Administrasi Umum Setda Kota Sukabumi, Iskandar mengatakan, kegiatan ini dalam rangka melakukan pencegahan dini pada pasangan yang akan menikah dengan memberikan Informasi HIV/AIDS yang bernar dan lengkap pada pasangan. Kemudian memberikan pilihan untuk melakukan tes HIV lebih dini pada pasangan calon pengantin.

Baca juga:  Bangun Kemitraan UMKM Bersama Pelaku Usaha, DPTMTSP Kota Sukabumi Gelar Bimtek

“Kekhawatiran ini mengenai masalah adanya virus HIV atau AIDS yang melekat pada jenazah dan ternyata bisa diantisipasi,” kata Iskandar.

Lanjut dia, salah satunya harus memberikan pemahaman soal tata cara perawatan jenazah penderita penyakit menular khususnya HIV/AIDS. Hal itu juga termasuk kesiapan penggunaan alat pelindung diri (APD) dan penata laksanaan peralatan.

Baca juga:  Banjir dan Longsor di Cisarua Kota Sukabumi, Material Tutupi Aliran Sungai

“Berbagai upaya strategis telah diupayakan oleh Pemkot Sukabumi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menangani HIV/AIDS. Hal itu menunjukkan hasil yang cukup baik. Terlihat dari jumlah kasus baru yang ditemukan,” jelasnya.

Dijelaskannya, pada tahun 2020 sebanyak 157 Kasus di Kota Sukabumi. Sementara pada Tahun 2021 naik menjadi 167 Kasus. Kemudian pada tahun 2022 hingga Agustus sebanyak 112 Kasus. Sedangkan jumlah kumulatif dari tahun 2000 hingga Agustus 2022 mencapai 1985 Kasus.

Baca juga:  Mau Beramal, Yuk di Saungamal.com Baznas Kota Sukabumi Aja!

“Saya berharap semua komitmen untuk tetap memikirkan bagaimana epidemi HIV/AIDS ini bisa ditekan di Kota Sukabumi. Masalah ini merupakan tugas dan tanggung jawab kita bersama,” tandasnya.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh Tokoh Agama Se-kota Sukabumi, jejaring Tokoh Agama sebagai sebuah entitas yang mempunyai peran strategis di Indonesia dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.*

Pos terkait