LINGKARPENA.ID | Harga barang kebutuhan pokok dan penting (Bapokting) yang kerap berfluktuasi di pasar tak lepas dari dinamika permintaan dan penawaran. Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kabupaten Sukabumi menyebut kelangkaan pasokan menjadi salah satu penyebab utama lonjakan harga.
Kepala Disdagin Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni, menjelaskan bahwa pihaknya rutin melakukan pemantauan harga di pasar-pasar tradisional setiap hari, untuk memastikan stabilitas harga barang, terutama Bapokting.
“Kami pantau day to day, bagaimana pergerakan harga yang terjadi di setiap pasar. Setiap jam 8 pagi, tim kami melaporkan harga dan stok barang secara langsung dari lapangan,” ujar Dani kepada wartawan, Kamis (24/7/2025).
Menurut Dani, ketika ditemukan pasokan barang yang mulai langka seperti beras atau minyak goreng, Disdagin segera berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Bulog, guna menambah pasokan ke pasar.
“Kalau memang stok beras, misalnya, mulai menipis, kami langsung minta ke Bulog agar segera mengisi kembali. Tujuannya agar suplai tetap stabil dan tidak terjadi lonjakan harga di tengah masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dani menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kestabilan harga dan ketersediaan barang di pasaran.
“Masalah ketersediaan bahan pokok ini tidak bisa ditangani sendiri. Disdagin selalu berkoordinasi dengan dinas dan stakeholder lain agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” pungkasnya.
Reporter : Rizky Apriliana
Editor : Redaksi






