LINGKARPENA.ID | Untuk mendorong kepedulian masyarakat terhadap kelestarian kawasan pesisir, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi ikut serta dalam pelaksanaan Aksi Bersih Pantai pada Selasa, 4 November 2025, mulai pukul 07.30 WIB. Kegiatan yang digelar serentak di tiga titik pesisir—Pantai Istana Presiden, Pantai Sukawayana, dan Pantai Karanghawu—ini menjadi bagian dari gerakan bersama berbagai unsur lintas sektor untuk menjaga kebersihan lingkungan pantai.
Aksi ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari instansi pemerintah, komunitas peduli lingkungan, pelajar, masyarakat sekitar, hingga relawan. Seluruh peserta bekerja bahu-membahu mengumpulkan sampah dan menata area pesisir agar lebih bersih dan nyaman.
Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, menegaskan bahwa kehadiran DLH dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam melindungi kawasan pesisir dari ancaman pencemaran. Ia menyoroti bahwa kegiatan bersih pantai tidak hanya sekadar mengumpulkan sampah, melainkan juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar memahami pentingnya pengelolaan sampah yang benar.
“Upaya menjaga kebersihan kawasan pesisir harus dimulai dari kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak warga memahami dampak buruk jika sampah dibiarkan mengalir ke laut,” tutur Nunung.
Dari hasil aksi, terlihat bahwa sampah plastik sekali pakai, puntung rokok, serta limbah rumah tangga masih mendominasi temuan di lapangan. Nunung menilai kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi merusak ekosistem pesisir dan mengancam kehidupan biota laut.
Ia menambahkan bahwa sampah yang tidak terkelola dapat mengurangi kualitas lingkungan dan keindahan destinasi wisata. Karena itu, DLH menyelipkan edukasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik, sekaligus mendorong masyarakat agar lebih bertanggung jawab dalam mengelola sampah pribadi.
Para peserta aksi dibekali perlengkapan seperti sarung tangan, kantong sampah, dan peralatan kebersihan lain untuk memastikan kegiatan berjalan optimal. Semangat gotong royong tampak dari antusiasme setiap kelompok yang terlibat.
Nunung berharap Aksi Bersih Pantai ini dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu menumbuhkan kesadaran kolektif warga agar lebih peduli terhadap kawasan pesisir. Ia mengajak masyarakat untuk terus terlibat dalam gerakan serupa.
“Melalui kebersamaan dan kesadaran bersama, kita dapat menjaga pesisir Kabupaten Sukabumi tetap bersih, indah, dan terjaga keberlanjutannya,” ujarnya.






