DLH Kabupaten Sukabumi Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah di Pedesaan

LINGKARPENA.ID | Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi terus berupaya memperkuat sistem pengelolaan sampah di wilayah pedesaan guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Salah satu fokus utama adalah penyempurnaan mekanisme pengangkutan sampah dari desa-desa ke tempat pemrosesan akhir (TPA), yang selama ini menjadi tantangan tersendiri mengingat luasnya wilayah dan keterbatasan infrastruktur di beberapa daerah.

 

Bidang pengelolaan persampahan DLH Kabupaten Sukabumi, Dede Jaenudin menjelaskan bahwa program pengangkutan sampah dari desa merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan pengurangan volume sampah yang dibuang ke TPA.

Baca juga:  PWI Peduli Gandeng RAI Santuni Ratusan Yatim dan Jompo

 

Pemilahan Sampah di Sumber

Masyarakat didorong untuk memilah sampah organik, anorganik, dan residu sejak dari rumah.

 

ia juga menyampaikan bahwa pelayanan sampah mencakup 47 kecamatan, tetapi sampai saat ini pelayanan baru 36 kecamatan dan melayani sekitar kurang lebih 200 Desa

 

“Jadi kita memang pelayanan sampah itu kita mencakup 47 kecamatan tidak semuanya, kita hanya 36 kecamatan dengan melayani sekutar kurang kebih 200 Desa,” ujarnya.

 

Sementara itu, ia juga menambahkan bahwa DLH Kabupaten Sukabumi mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan armada serta personil dilapangan.

Baca juga:  Sempat Dikepung Bencana, Kini Objek Wisata di Kabupaten Sukabumi Siap Menyambut Wisatawan

 

Dalam armada hanya memiliki 52 truk, 9 pick up, serta dantor 13, maka, kekurangan sarpras ini tidak akan mumpuni dan tidak akan cukup dalam melayani pengangkutan sampah seluruh kecamatan.

 

“Cuman posisi kita memang ada kekurangan sarpras dengan itu juga kita agak sulit, apalagi melayani seluruh Desa dengan keterbatasan kita dari mulai armada sampai personil dilapangan itu yang menjadi kendala kita,” tambahnya.

 

Dalam menjalankan pelayanan pengangkutan sampah di Desa dengan penomenan desa harus bersih, desa bisa kerjasama dengan DLH karena ketidak mampuan dan keterbatasan sarpras.

Baca juga:  Asda 1 Kabupaten Sukabumi Terima Plakat dari Peserta Assesment dan Pembekalan Calon Dandim

 

Dede juga berharap dari organisasi Lingkungan Hidup yaitu Desa bisa berpartisipasi dan bekerjasama serta mandiri dalam menyiapkan bank sampah, Armada, serta sarprasnya untuk pengelolaan sampahnya, dikarenakan DLH khusunya Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup masih kewalahan dalam pengangkutan serta kekurangan sarana prasarana.

 

“Saya harapkan mungkin kita dari organisaai LH adalah Desa memang Mandiri dalam pengelolaan sampahnya itu kan, desa bisa menyiapkan armada,sarprasnya untuk pengelolaan sampah paling kita seperti itu,” pungkasnya.

Pos terkait