LINGKARPENA.ID | Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi melakukan langkah cepat dan terkoordinasi untuk menangani penumpukan sampah yang terjadi di kawasan belakang SPBG Benda, Kecamatan Cicurug. Penanganan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa setempat sebagai bentuk respons terhadap kondisi darurat lingkungan.
Dalam penanganan tersebut, peran pemerintah kecamatan dan desa menjadi krusial, terutama melalui penyediaan alat berat lengkap dengan dukungan operasionalnya. Sementara itu, DLH Kabupaten Sukabumi menurunkan armada pengangkut sampah beserta petugas kebersihan guna mempercepat proses pembersihan di lokasi.
Koordinator Wilayah (Korwil) DLH Cicurug menjadi garda terdepan dengan mengerahkan lima unit armada pengangkut. Untuk memperkuat penanganan, DLH juga menyiapkan skema Bantuan Kendali Operasi (BKO) dengan menurunkan tambahan armada dari Korwil Cibadak, Cisaat, dan Palabuhanratu, masing-masing satu unit kendaraan.
Berdasarkan pemetaan lapangan, volume sampah yang harus diangkut diperkirakan setara dengan sekitar 15 truk. Dengan kekuatan delapan unit armada yang direncanakan beroperasi dua kali ritasi dalam sehari, DLH optimistis penanganan dapat diselesaikan dalam waktu satu hari.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Nuryamin, SE, M.Si, turut hadir langsung di lokasi pada Minggu (4/1/2025) guna memastikan seluruh tahapan penanganan berjalan sesuai rencana dan terkoordinasi dengan baik. Kehadirannya sekaligus memastikan sinergi lintas wilayah dapat berjalan efektif di tengah keterbatasan sarana persampahan yang dimiliki.
“Dengan kondisi armada yang terbatas, kolaborasi menjadi kunci utama. Dukungan dari pemerintah kecamatan dan desa sangat membantu percepatan penanganan sampah di lapangan,” ujar Nuryamin saat meninjau lokasi.
DLH Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa kerja sama lintas sektor ini akan terus diperkuat sebagai strategi menghadapi persoalan persampahan yang kian kompleks. Sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, serta dukungan armada lintas wilayah diharapkan mampu menjaga kebersihan lingkungan dan menekan potensi gangguan kesehatan masyarakat.
Langkah tanggap ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mengantisipasi lonjakan timbulan sampah, khususnya pada situasi darurat yang menuntut penanganan cepat dan terukur.






