Kebakaran Rumah Kosong di Simpenan, Diduga Akibat Arus Pendek Listrik

Petugas Damkar saat melakukan pendinginan di lokasi rumah yang terbakar.| Sumber foto: Dokumentasi P2BK Simpenan dan Damkar Pos 1 Palabuhanratu

LINGKARPENA.ID | Sebuah rumah permanen yang sudah tidak dihuni dilaporkan mengalami kebakaran di Kampung Bojongkopo RT 01 RW 01, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Senin (5/1/2026) siang. Peristiwa tersebut diduga kuat dipicu oleh arus pendek listrik yang berasal dari bagian dapur rumah.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, kebakaran terjadi sekitar pukul 11.50 WIB. Api pertama kali terlihat membakar peralatan dapur dan menjalar ke bagian atap dapur yang memiliki material mudah terbakar. Rumah tersebut diketahui milik H. Ece Sudendi dan dalam kondisi tidak dihuni oleh pemiliknya.

Petugas P2BK Simpenan bersama unsur terkait segera bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 12.45 WIB, atau kurang lebih satu jam setelah kejadian.

Baca juga:  Pantai Selatan Kembali Telan Korban Jiwa, Polair Mewanti-wanti

P2BK Simpenan, Dandi Sulaeman, mengatakan bahwa hasil assessment awal di lapangan menunjukkan tidak adanya korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerusakan bangunan cukup signifikan, terutama pada bagian dapur.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Bangunan yang terbakar merupakan rumah permanen yang sudah tidak dihuni. Area yang terdampak kebakaran kurang lebih sekitar 50 meter persegi, terutama di bagian dapur dan atap,” ujar Dandi Sulaeman.

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat, RT/RW, serta unsur Forkopimcam Simpenan guna memastikan penanganan pascakejadian dapat berjalan dengan baik.

Baca juga:  Konsolidasi PKB Simpenan, Hamzah Gurnita Siapkan Aksi Sosial untuk Ribuan Warga

“Kami dari P2BK Simpenan sudah melakukan assessment, berkoordinasi dengan pemerintah desa, RT RW, serta unsur Forkopimcam. Selanjutnya kami juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk kebutuhan mendesak korban, terutama bantuan material bangunan dan logistik sembako,” tambahnya.

Sementara itu, Danton Pemadam Kebakaran Pos 1 Palabuhanratu, Aceng Ismail, menjelaskan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik yang menjalar ke material mudah terbakar di area dapur.

“Dari hasil pengecekan di lokasi, dugaan sementara kebakaran disebabkan oleh arus pendek listrik. Api dengan cepat menjalar karena di sekitar dapur terdapat material yang mudah terbakar. Petugas langsung melakukan pemadaman dan pendinginan hingga api benar-benar padam,” jelas Aceng Ismail.

Aceng juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, khususnya instalasi listrik di rumah, meskipun bangunan tersebut tidak dihuni.

Baca juga:  Bangunan SMP 4 Simpenan Sukabumi Ambruk, Disdik Cepat Respon

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, terutama pada rumah kosong atau jarang ditempati. Hal ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tandasnya.

Akibat peristiwa tersebut, kerugian materi ditaksir mencapai ± Rp50 juta. Saat ini kondisi di lokasi kejadian sudah aman dan terkendali, dengan cuaca terpantau cerah. Sejumlah unsur turut hadir dalam penanganan kejadian, di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam Simpenan, P2BK Simpenan, Satpol PP, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, serta masyarakat setempat.

BPBD Kabupaten Sukabumi merekomendasikan agar terus dilakukan koordinasi lintas sektor dalam penanganan pascakejadian serta peningkatan upaya pencegahan kebakaran di lingkungan masyarakat.

Pos terkait