LINGKARPENA.ID | Isu lingkungan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 yang berlangsung di lingkungan BPBD Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini tidak hanya menekankan kesiapan penanganan darurat, tetapi juga upaya pencegahan melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, menegaskan bahwa kualitas lingkungan sangat menentukan tingkat risiko bencana di suatu wilayah. Ia menyebut, langkah-langkah sederhana yang dilakukan masyarakat dapat memberikan dampak besar dalam menekan potensi bencana.
“Menjaga lingkungan itu bagian dari kesiapsiagaan. Hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan sangat berpengaruh,” ujarnya singkat.
DLH Kabupaten Sukabumi selama ini terus mengintensifkan berbagai program, mulai dari edukasi kepada masyarakat hingga pengawasan kondisi lingkungan. Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak juga diperkuat guna memastikan upaya mitigasi berjalan lebih optimal.
Tak hanya pada tahap pencegahan, DLH juga terlibat aktif dalam penanganan pascabencana. Kegiatan seperti pembersihan wilayah terdampak hingga pemulihan kondisi lingkungan menjadi bagian dari tanggung jawab yang dijalankan agar aktivitas masyarakat dapat segera pulih.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menekankan pentingnya membangun budaya siaga bencana di tengah masyarakat. Ia mengingatkan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama yang didukung oleh kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, kesiapsiagaan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari kesadaran individu.
Dengan kondisi wilayah yang rawan bencana, keberadaan DLH dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat sistem mitigasi berbasis lingkungan. Momentum HKB 2026 pun menjadi pengingat bahwa menjaga alam merupakan langkah awal dalam melindungi kehidupan. (adv).






