LINGKARPENA.ID | Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menggodok skema kerja untuk mendorong pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Bukan tanpa alasan, Dani menyebut bahwa hal tersebut adalah break down atau penerjemahan Visi Sukabumi Mubarokah dilingkup kerja Dinasnya.
“Ini sedang kita susun, sebetulnya kami diberi tugas untuk segera membreak down, menerjemahkan visi misi Pak Bupati, saat ini kita sedang susun dengan Bapedda bahwa untuk dinas perdagangan dan perindustrian, kita punya misi yang bersentuhan langsung dengan tupoksi kami, dalam rangka Mubarokah itu salah satunya mewujudkan IKM dan UMKM yang Motekar, salah satu visinya, nah itu adalah tugas kami,” jelas Dani kepada Lingkarpena.id, Jum’at (25/04/2025).
“Kita sedang pastikan kira-kira bentuk strategisnya seperti apa; salah satunya kita canangkan pembuatan sentra IKM, kita coba dorong, jadikan pendekatannya harus kelompok (untuk sentra IKM ini),” imbuhnya.
Di sukabumi sendiri, kata Dani terdapat tidak kurang dari 29 (kelompok IKM), dengan berbagai lokus atau sektor usaha, Ia juga menyebut bahwa dari keseluruhan kelompok usaha tersebut akan dibentuk sebuah sentra IKM yang fungsi sebagai workshop dan tempat pameran atau bahkan pasar dari produk yang dihasilkan para pelaku usaha.
“Kita akan atur sesuai dengan kemampuan anggaran, pertahun nanti kita akan wujudkan sentra IKM yang betul-betul mandiri, Motekar,” ungkapnya.
“Contohnya begini, dicisaat ada sentra logam (industri berbahan dasar logam) nanti kita buatkan sentra IKMnya, terus lagi diwilayah penghasil batu alam, nanti juga kita akan buatkan sentra IKM batu aji misalnya, bakal ada sentra opak, sentra bakso ikan, nah nanti akan seperti itu, sedang kita susun pembentukan sentra-sentra IKM ini,” Sambung Dani.
Dalam pelaksanaanya, Dani menerangkan bahwa nantinya sentra IKM/UMKM ini akan dijadikan sebagai tempat pelatihan pengembangan produk, pemasaran (Digital Marketing), serta kegiatan lainnya dalam rangka mewujudkan perkembangan yang nyata.
“Nanti kita (Dinas Perdagangan dan Industri) yang membina langsung sentra IKM dan kelompok-kelompok usahanya,” ucapnya.
Tidak hanya itu, Dani juga menyebutkan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi tengah merancang mekanisme permodalan bagi para pelaku IKM/UMKM, yang sedang dibahas dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sukabumi.
“Ya, itu (permodalan) adalah bagian dari mekanisme pelaksanaan, hari ini pak bupati juga sedang menyusun bagaimana para pelaku IKM dan UMKM mendapat kredit modal tanpa bunga, atau kita (Pemda) subsidi bunganya, itu sedang rapatkan juga dengan BPR,” tuturnya.
“Rancangan kita seperti itu, tetep nanti jadi Kebijakan Daerah, jadi Perda, untuk menghasilkan 5 tahun kedepan, visi misi bupati terpilih itu tetap harus kita wujudkan semuanya,” tutup Dani.






