LINGKARPENA.ID | Langit di Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, masih menyisakan kekhawatiran. Retakan tanah yang muncul akibat bencana gerakan tanah membuat sebagian warga memilih meninggalkan rumahnya demi keseSukabumi. Sabtu ( 28/2/2026 ).
Di tengah situasi itu, jajaran BPBD Kabupaten Sukabumi bergerak cepat. Sejumlah petugas tampak sigap memasang tenda pengungsian sebagai tempat berlindung sementara bagi warga terdampak.
Sebanyak enam unit tenda jenis family kini telah berdiri kokoh di lokasi terdampak. Selain itu, empat unit tenda lainnya disiagakan di Kantor Desa Bantargadung sebagai langkah antisipasi jika kebutuhan hunian darurat bertambah.
Sebagian warga memilih tinggal di tenda yang telah disiapkan, sementara lainnya mengungsi ke rumah sanak saudara atau menyewa kontrakan demi rasa aman.
Proses pemasangan tenda dilakukan oleh tim lapangan yang terdiri dari Beki Supriatna, Rengga Manggala, Saepuloh, serta Sihabudin selaku P2BK. Mereka bekerja sejak pagi, memastikan setiap tenda terpasang kuat dan siap digunakan.
Di sela-sela kegiatan, salah seorang petugas, Beki Supriatna, menyampaikan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama.
“Yang terpenting saat ini warga merasa aman dan terlindungi. Kami siagakan tambahan tenda agar kebutuhan darurat bisa segera terpenuhi,” ujarnya singkat.
Upaya ini menjadi bagian dari respons cepat penanganan darurat bencana di wilayah Kabupaten Sukabumi. Kehadiran tenda-tenda tersebut bukan sekadar tempat berteduh, melainkan simbol kepedulian dan solidaritas di tengah situasi sulit.
Warga pun berharap kondisi tanah segera stabil sehingga mereka dapat kembali ke rumah masing-masing dengan rasa aman. Sementara itu, petugas tetap bersiaga, memantau perkembangan situasi dan memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.






