LINGKARPENA.ID | Hujan yang turun deras kembali menyisakan persoalan bagi warga di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Di ruas jalan kabupaten Ciracap–Bedeng, tepatnya di Kampung Selabitung, Desa Ciracap, genangan air setinggi sekitar 30 sentimeter menutupi sebagian badan jalan.
Air yang meluap dari selokan itu tak mampu tertampung saluran yang ada. Akibatnya, aliran air meluber ke jalan dan membuat kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati. Tak jarang, sepeda motor milik warga mogok karena mesin terendam.
Pantauan di lokasi, genangan air tersebut tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada lahan pertanian di sekitarnya. Air yang melimpah masuk ke area persawahan hingga menyebabkan sejumlah tanaman padi milik warga mengalami kerusakan.
Kondisi serupa juga terlihat di bagian hulu saluran tersebut, tepatnya di Kampung Sawahlega, Desa Ciracap. Di titik ini, luapan air hampir menutup badan jalan dan merendam sebagian area persawahan warga. Jika hujan turun dengan intensitas tinggi, warga khawatir air dapat meluas hingga ke permukiman.
Kepala Desa Ciracap, Sopandi, mengatakan peristiwa itu bukan hal baru bagi warga setempat. Menurutnya, genangan air kerap terjadi ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Kondisi ini sudah berlangsung lama dan biasanya terjadi saat hujan turun cukup deras. Selain curah hujan yang tinggi, kemungkinan juga dipicu saluran irigasi yang tidak lagi berfungsi normal,” ujar Sopandi, Jumat (6/2/2026).
Ia mengaku pihak desa telah menyampaikan kondisi tersebut kepada instansi terkait agar segera mendapat penanganan.
“Kami sudah menyampaikan ke pihak terkait agar segera ditindaklanjuti. Kasihan warga, terutama pengguna jalan yang melintas. Banyak motor yang mogok karena terendam air,” tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan Ucup (37), warga Desa Cikangkung yang kerap melintasi jalur tersebut. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak ditambah genangan air membuat perjalanan menjadi tidak nyaman dan berisiko.
“Selain jalannya rusak, sekarang ada aliran air juga yang cukup mengganggu. Jadi kalau lewat harus pelan-pelan karena takut motor mogok,” katanya.
Warga berharap adanya perbaikan saluran air maupun penanganan jalan agar genangan tidak lagi terjadi setiap kali hujan turun, sehingga aktivitas masyarakat dan petani tidak terus terganggu.






