LINGKARPENA.ID | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) mencatat sedikitnya empat kejadian bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi dalam kurun waktu 25–26 Desember 2025. Beruntung, seluruh peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.
Hal tersebut disampaikan dalam Laporan Harian Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Sukabumi yang dirilis pada Jumat malam, 26 Desember 2025, pukul 19.05 WIB.
Bencana pertama berupa pohon tumbang terjadi pada Jumat (26/12/2025) sekitar pukul 10.40 WIB di Kampung Ciganas RT 03 RW 09, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak. Pohon tumbang tersebut menimpa bangunan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Nagrak Utara dan sempat mengancam pengguna jalan lingkungan.
Evakuasi dilakukan setelah adanya laporan dari warga setempat dan melibatkan unsur Pemerintah Desa Nagrak Utara, Tagana Kabupaten Sukabumi, serta masyarakat. Proses evakuasi berjalan lancar dan selesai sekitar pukul 11.20 WIB.
“Alhamdulillah, penanganan pohon tumbang di Nagrak Utara dapat diselesaikan dengan cepat dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka,” ujar petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi dalam keterangannya.
Bencana kedua berupa tanah longsor terjadi pada Kamis (25/12/2025) pukul 20.30 WIB di Kampung Babakan Situ RT 02 RW 04, Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi. Hujan dengan intensitas lebat mengakibatkan tergerusnya tembok penahan tanah (TPT) pada jalan lingkungan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, pergeseran tanah dilaporkan terjadi pada Kamis malam (25/12/2025) sekitar pukul 23.00 WIB di Kampung Cikananga RT 06 RW 05, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan pergeseran tanah yang merusak dua unit rumah warga.
Dua rumah yang terdampak masing-masing milik Salim (65) dengan satu kepala keluarga dan satu jiwa, serta Yanto (45) dengan satu kepala keluarga dan tiga jiwa. Beruntung, para pemilik rumah telah lebih dahulu mengungsi ke rumah sanak keluarga terdekat sejak hari-hari sebelumnya.
“Tidak ada korban jiwa karena warga sudah lebih dulu mengantisipasi dengan mengungsi. Namun kerusakan rumah tetap menjadi perhatian kami,” jelas BPBD.
Bencana keempat kembali berupa tanah longsor, yang terjadi pada Jumat (25/12/2025) sekitar pukul 14.30 WIB di Kampung Mangrod RT 01 RW 01, Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng. Longsoran tebing akibat hujan deras mengancam satu unit rumah milik H. Nurman N, dengan jumlah penghuni satu kepala keluarga dan lima jiwa. Hingga laporan ini disusun, tidak terdapat korban luka maupun jiwa.
Dalam laporan tersebut, BPBD Kabupaten Sukabumi juga menyampaikan bahwa kondisi cuaca saat ini terpantau cerah, dengan suhu udara sekitar 27 derajat Celsius, kelembapan 74 persen, serta arah angin dari barat dengan kecepatan sekitar 5 km per jam. Tidak terdapat peringatan dini cuaca khusus dari BMKG untuk wilayah Kabupaten Sukabumi pada saat laporan dibuat.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan berbagai kegiatan pemantauan, di antaranya melalui WAG P2BK se-Kabupaten Sukabumi, media sosial, pemantauan radio Ratel I, serta pengamatan titik rawan bencana menggunakan aplikasi InaRisk, InaSafe, dan InaWare BNPB.
Selain itu, BPBD juga aktif menyebarkan informasi peringatan dini cuaca dan gempa bumi melalui berbagai kanal resmi, melakukan pencatatan serta rekapitulasi kejadian bencana, serta melaksanakan pemantauan di Pos Kolaborasi Natal dan Tahun Baru 2025 di wilayah Cibadak dan Palabuhanratu.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu, serta segera melapor jika terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing,” tutup pernyataan BPBD Kabupaten Sukabumi.






