Kebakaran Hebat Melanda Kampung Adat di Sukabumi, Petugas Masih Melakukan Pendataan

Luapan api saat membakar Kampung Adat Ciptamulya Kecamatan Cisolok, Sukabumi, pada Sabtu (25/7/26) siang.[foto: tangkapan layar video amatir warga]

LINGKARPENA.ID | Kebakaran besar melanda kawasan permukiman Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026) siang. Api dengan cepat meluas dan menghanguskan sejumlah rumah warga yang ada di lingkungan kampung adat tersebut.

 

Informasi dihimpun, api terpantau sekitar pukul 11.30 WIB. Api langsung membesar dalam waktu singkat karena kondisi rumah yang berhimpitan dan menggunakan bahan material yang mudah terbakar.

 

“Barusan sekali terjadi, sampai sekarang apinya belum padam. Habis semua, banyak rumah terbakar, apinya masih nyala dan merembet ke tetangga,” tulis warga di media sosial.

Baca juga:  Puluhan WNA di Sukabumi Terlibat Kejahatan Siber, 16 Orang Diamankan Pihak Imigrasi

 

Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, membenarkan terjadinya musibah tersebut. Camat mengungkapkan skala kerusakan awal yang terindikasi cukup serius.

 

“Ini lokasinya di daerah kampung adat, Ciptamulya. Banyak bangunan yang terkena dampak, termasuk rumah tinggal warga,” terang Okih saat mengecek perkembangan penanganan di lapangan.

 

Ia menjelaskan hingga petang hari, kobaran api masih terlihat menguasai sebagian titik di kawasan tersebut. Meskipun demikian tim pemadam terus bekerja keras dan berupaya melakukan pemadaman.

 

“Untuk kronologi pasti dan berapa unit rumah yang benar-benar hangus, kami masih melakukan pendataan dari pihak Tokoh adat dan Basarnas,” tambahnya.

Baca juga:  Kronologi Lilin Ulang Tahun Pembawa Petaka Kebakaran di Sukabumi

 

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi, Basarnas, TNI, Polri, serta relawan masyarakat terus berjuang mengendalikan laju api.

 

Mobil pemadam terlihat dikerahkan secara masif menuju Lokasi bencana. Namun, kesulitan dihadapi oleh para petugas lantaran akses jalan sempit di area kampung adat menghambat mobil pemadam mendekati titik panas secara optimal.

 

Pihak berwenang sementara belum memastikan penyebab pasti terbakarnya bangunan tersebut. Belumlah ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun rincian kerugian material. Aparat setempat mengimbau agar publik menunggu hasil investigasi lengkap dari tim pencar dan penyebab sebelum menyebarkan spekulasi.

Baca juga:  DLH Kabupaten Sukabumi Gercep Tangani Air Laut Karang Panganten

 

Warga yang terdampak kini mulai dievakuasi sementara oleh aparat setempat untuk mendapatkan pertolongan darurat. Tim sosial juga sedang mempersiapkan penampungan bantuan berupa makanan, air bersih, dan kebutuhan pokok bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah ini.

 

Belum ada informasi terbaru mengenai jumlah rumah yang benar-benar rusak berat, penyebab pasti, maupun estimasi nilai kerugian material.

Pos terkait