LINGKARPENA.ID | Cuaca ekstrem berupa hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi kembali memicu terjadinya sejumlah bencana alam, seperti longsor dan kerusakan rumah warga, pada Selasa (30/12/2025). Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi hingga pukul 20.00 WIB, tercatat beberapa kejadian bencana di Kecamatan Gunungguruh, Cicurug, dan Cisaat.
Di Kecamatan Gunungguruh, bencana longsor terjadi pada Senin malam (29/12/2025) sekitar pukul 21.00 WIB di Perum Mangkalaya Residen, RT 03 RW 07, Desa Mangkalaya. Hujan deras yang berlangsung cukup lama menyebabkan tebing setinggi sekitar 10 meter dengan panjang 10 meter mengalami longsor. Material longsoran menutup saluran air dan area persawahan milik warga serta mengancam dua unit rumah yang berada di bawahnya. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.
Sementara itu di Kecamatan Cicurug, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Selasa sore memicu dua kejadian bencana. Kejadian pertama berupa cuaca ekstrem terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di Kampung Sasak Dua RT 03/03, Desa Caringin. Curah hujan tinggi mengakibatkan dinding rumah milik Ibu Eneng (51), yang dihuni satu kepala keluarga dengan empat jiwa, jebol. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
Masih di Kecamatan Cicurug, kejadian longsor kembali terjadi pada pukul 16.30 WIB di Kampung Bangkongreang RT 03/04, Desa Benda. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Tembok Penahan Tanah (TPT) longsor sepanjang kurang lebih 10 meter dengan tinggi 20 meter. Longsoran tersebut menggerus bagian rumah milik Bapak Ustad Asep (55), meliputi kamar mandi, dapur, dan satu kamar tidur. Akibat kondisi rumah yang tidak aman, tiga kepala keluarga dengan total delapan jiwa terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini.
Adapun di Kecamatan Cisaat, cuaca ekstrem juga menyebabkan satu unit rumah roboh di Kampung Selaawi RT 03 RW 01, Desa Cisaat. Kejadian dilaporkan terjadi pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Informasi pertama diterima oleh Petugas P2BK Cisaat BPBD dari laporan warga setempat. Hujan deras yang berlangsung sejak hari sebelumnya menyebabkan struktur bangunan rumah melemah. Saat kejadian, penghuni rumah sedang berada di ruang tamu dan bersiap melaksanakan salat, ketika terdengar suara retakan sebelum akhirnya bagian kamar rumah roboh. Bagian bangunan lainnya dilaporkan dalam kondisi rawan dan berpotensi ikut roboh.
Menanggapi rangkaian kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan aparat kecamatan, desa, serta unsur terkait untuk melakukan penanganan awal dan memastikan keselamatan warga terdampak.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor dan banjir, agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama. Apabila terjadi tanda-tanda pergerakan tanah, retakan bangunan, atau kondisi berbahaya lainnya, segera laporkan kepada aparat setempat atau BPBD,” ujar perwakilan BPBD Kabupaten Sukabumi.
BPBD juga memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan penanggulangan bencana terus ditingkatkan, seiring dengan masih berpotensinya cuaca ekstrem melanda wilayah Kabupaten Sukabumi dalam beberapa waktu ke depan.






