Harga Kebutuhan Pokok di Sukabumi Relatif Stabil, Disdagin Pantau Potensi Kenaikan Jelang Akhir Tahun

FOTO: Bahan pokok yang ada di salah satu Pasar Tradisional di Kabupaten Sukabumi.| Dok: Jajang S

LINGKARPENA.ID | Harga bahan kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di wilayah Kabupaten Sukabumi masih terpantau stabil. Meski begitu, beberapa komoditas mengalami sedikit kenaikan, terutama cabai merah besar dan daging ayam broiler.

Hal itu terungkap berdasarkan hasil pemantauan harga yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Kabupaten Sukabumi melalui Bidang Sarana Distribusi dan Stabilisasi Harga Bahan Pokok dan Kebutuhan Penting, per tanggal 13 Oktober 2025.

Kepala Bidang Sarana Distribusi dan Stabilisasi Harga Bahan Pokok dan Kebutuhan Penting Disdagin Kabupaten Sukabumi, H. Usep Setiawan, mengatakan pemantauan rutin ini bertujuan memastikan ketersediaan pasokan serta kestabilan harga bahan pokok di pasar menjelang akhir tahun.

Baca juga:  Harga Bapokting di Pasar Kabupaten Sukabumi Terkoreksi Stabil

“Secara umum harga kebutuhan pokok masih terkendali. Tidak ada lonjakan signifikan, hanya penyesuaian pada beberapa komoditas akibat faktor distribusi dan pasokan dari daerah pengirim,” ujar Usep kepada Lingkarpena.id Senin (13/10).

Berdasarkan hasil rekapitulasi, harga rata-rata sejumlah komoditas di pasar tradisional tercatat sebagai berikut:

Beras Medium Rp13.833/kg, Beras Premium Rp15.033/kg, Beras SPHP Rp12.500/kg.

Gula pasir Rp17.542/kg, minyak goreng kemasan premium berkisar Rp20.000–Rp21.875/liter, sedangkan Minyakita Rp17.667/liter.

Baca juga:  Harga Bapokting di Sukabumi Relatif Stabil, Fluktuasi Dipicu Faktor Cuaca

Daging ayam broiler Rp39.750/kg, ayam kampung Rp57.833/kg, dan telur ayam ras Rp30.708/kg.

Cabai merah besar Rp59.167/kg, cabai merah keriting Rp60.667/kg, dan bawang merah Rp39.083/kg.

Selain itu, harga ikan segar seperti kembung tercatat Rp44.900/kg, tongkol Rp38.800/kg, bandeng Rp37.200/kg, sementara ikan asin teri mencapai Rp60.333/kg.

Menurut Usep, komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, dan telur ayam tetap menjadi fokus pengawasan karena memiliki dampak langsung terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat, termasuk Bulog serta distributor besar, untuk menjaga stabilitas harga. Jika diperlukan, operasi pasar akan kembali dilakukan untuk menekan potensi kenaikan,” jelasnya.

Baca juga:  Update Harga di Delapan Pasar Tradisional, Bumbu Dapur Naik

Disdagin juga memastikan stok bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Sukabumi dalam kondisi aman dan mencukupi. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi pembelian berlebihan.

“Kami pastikan distribusi barang berjalan lancar dan pemantauan akan terus dilakukan baik di pasar tradisional maupun toko modern agar harga tetap stabil dan terjangkau,” pungkas Usep.

Pos terkait